Jamal Khashoggi Pernah Ingatkan Kolega Jangan ke Kedutaan Saudi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota Mohammed bin Salman, saat sedang menghadiri konferensi investasi masa depan atau FII di ibu kota Riyadh, Arab Saudi. Sumber: edition.cnn.com

    Putra Mahkota Mohammed bin Salman, saat sedang menghadiri konferensi investasi masa depan atau FII di ibu kota Riyadh, Arab Saudi. Sumber: edition.cnn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kolega wartawan Jamal Khashoggi, Omar Abdulaziz, aktivis asal Arab Saudi yang mengasingkan diri ke Montreal, Kanada, mengaku pernah diajak bertemu oleh dua orang utusan Kerajaan Arab Saudi di kota Montreal. Abdulaziz menyebut dua utusan Riyadh itu bernama Abdullah dan Malek. 

    Dikutip dari edition.cnn.com, Senin, 3 Desember 2018, Abdulaziz mengaku menyetujui pertemuan dengan utusan Riyadh tersebut, namun secara diam-diam dia merekam percakapan mereka yang dilakukan selama kedua utusan itu tinggal lima hari di Kanada. Kepada Abdulaziz, kedua utusan tersebut mengatakan dikirim ke Kanada atas perintah Putra Mahkota Mohammed bin Salman melalui kanal umum seperti Kementerian Keamanan.      

    Baca: KTT G20, Erdogan ke Saudi: Sebut Nama Pembunuh Jamal Khashoggi  

    Mereka pun mengatakan pada Abdulaziz, Mohammed bin Salman memantau setiap kicauannya di Twitter dan ingin menawarkan Abdulaziz sebuah pekerjaan. 

    "Kami datang kepada Anda dengan pesan dari Muhammad bin Salman dan dia menjaminan Anda," kata salah seorang dari utusan Mohammed bin Salman seperti disampaikan Abdulaziz.

    Omar Abdulaziz, aktivis asal Arab Saudi yang mengasingkan diri ke Montreal, Kanada. Abdulaziz menyebar percakapannya dengan Khashoggi, termasuk percakapan suara, foto dan rekaman video. Sumber: edition.cnn.com

    Baca: Pesan WhatsApp Jamal Khashoggi Berikan Petunjuk Baru 

    Abdulaziz mengatakan memutuskan buka suara karena Kerajaan Arab Saudi terus-menerus mengklaim Putra Mahkota tidak ada sangkut-pautnya dengan rencana yang mengarah pada pembunuhan Khashoggi. Riyadh menyalah kejadian ini telah salah tafsir yang didalangi oleh para penasehat dan para bawahannya dari staf Keamanan Arab Saudi.

    Kasus pembunuhan Khashgoggi telah menyeret nama Saud al Qathani, kaki tangan Mohammed bin Salman. Dia dituding sebagai dalang pembunuhan Khashoggi yang saat ini masih dalam penyelidikan Arab Saudi. Nama Saud al Qathani mencuat di tengah-tengah klaim Turki bahwa Mohammed bin Salman sebagai dalang rencana pembunuhan ini.

    "Jika Saud al Qathani sendiri mendengar nama Anda, dia akan tahu tentang Anda dalam tempo singkat dan Anda dapat bertemu langsung dengan Pangeran Mohammed bin Salman," kata seorang utusan Kerajaan Arab Saudi kepada Abdulaziz.

    Dua orang suruhan Putra Mahkota itu, meminta kepada Abdulaziz untuk datang ke Kedutaan Besar Arab Saudi di Kanada untuk mengambil sejumlah berkas. Namun Khashoggi dengan cepat mengetahui niat jahat pemerintah Arab Saudi dan menyarankan Abdulaziz agar tidak menuruti permintaan tersebut.

    "Dia (Khashoggi) menyuruh saya agar tidak menuruti permintaan itu dan hanya bertemu dengan mereka di tempat-tempat umum," kata Abdulaziz.

    Namun Khashoggi malah melakukan hal sebaliknya. Dia mendatangi kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu untuk mengurus dokumen yang diperlukan agar dia bisa menikahi tunangannya seorang warga negara Turki.

    CNN | MIS FRANSISKA DEWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.