Presiden Rodrigo Duterte Akui Pernah Pakai Marijuana

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Sumber: INQUIRER.net

    Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Sumber: INQUIRER.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, membuat sebuah pengakuan mengejutkan. Pada Senin, 3 Desember 2018, Duterte mengatakan pernah menggunakan marijuana untuk membuatnya tetap terjaga sehingga dia bisa mengikuti jadwalnya yang sangat padat. 

    “Ini untuk mendukung aktivitas saya dan pada usia saya ini - saya tidak banyak menggunakannya. Ini hanya untuk membuat saya tetap terjaga, bukan untuk yang lain,” kata Duterte dalam pidatonya di acara penganugrahan Dewan Organisasi Nasional-ASEAN di Istana Malacañang.     

    Baca: Duterte Imbau Umat Katolik Tidak ke Gereja, Kenapa?  

    Dikutip dari newsinfo.inquirer.net, Senin, 3 Desember 2018, pengakuan Presiden Duterte itu mengacu pada jadwalnya yang padat selama pertemuan tingkat tinggi ASEAN ke-33 di Singapura pada 11 November sampai 15 November.

    Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, dimana para pemimpin anggota ASEAN diharapkan bisa mengadopsi kerangka kerja ASEAN Smart Cities dan memperkuat ketahanan serta inovasi ASEAN. Para pemimpin negara-negara ASEAN juga mendiskusikan bagaimana membawa ASEAN menghadapi perubahan geopolitik dan ekonomi. 

    “Anda tahu, kami memulai pertemuan pada pukul 08.30 pagi dan pertemuan itu berakhir hampir pukul 10 atau 11 malam. Rapat berlangsung seharian penuh,” kata Duterte.

    Baca: Duterte Hancurkan Puluhan Mobil Mewah Selundupan ke Filipina  

    Dia mengatakan kurang tidur selama mengikuti pertemuan ASEAN itu. Dia menghabiskan waktu untuk mengejar ketertinggalannya dengan membaca. Sebab Duterte tak ingin terlihat bodoh di hadapan forum. Sebelumnya dalam sejumlah wawancara media, Duterte pernah mengatakan mendukung penggunaan marijuana untuk tujuan medis atau pengobatan.       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.