Pria Tuna Netra Gugat Playboy karena Tidak Bisa Akses Situsnya

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri majalah Playboy, Hugh Hefner berpose dengan teman perempuannya Sheila Levell, Izabella St. James, Zoe Gregory, Holly Madison, Bridget Marquardt dan Cristal Camden dalam acara gala premiere Cirque du Soleil's di New York-New York Hotel and Casino, Las Vegas, 20 September 2003. REUTERS/Ethan Miller/Files

    Pendiri majalah Playboy, Hugh Hefner berpose dengan teman perempuannya Sheila Levell, Izabella St. James, Zoe Gregory, Holly Madison, Bridget Marquardt dan Cristal Camden dalam acara gala premiere Cirque du Soleil's di New York-New York Hotel and Casino, Las Vegas, 20 September 2003. REUTERS/Ethan Miller/Files

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria tuna netra mengajukan gugatan terhadap majalah yang didirikan mendiang Hugh Hefner, Playboy, atas tuduhan diskriminasi karena media online-nya tidak bisa menggunakan perangkat lunak khusus untuk tuna netra.

    Dilansir dari Russia Today, 1 Desember 2018, penguggat bernama Donald Nixon dari Queens, New York, mengklaim Playboy.com melanggar UU Disabilitas Amerika (ADA) karena tidak membuat situs yang dapat diakses oleh tuna netra.

    Baca: Model Playboy Asal Malaysia Akhirnya Berhijab

    Nixon telah mengajukan gugatan perdata terhadap perusahaan, meminta kerugian yang tidak ditentukan dan mengubah perangkat lunak ramah tuna netra.

    Pendiri majalah Playboy Hugh Hefner (tengah), dikelilingi wanita saat merayakan ulang tahunnya ke-75 di Cannes, Prancis, 12 Mei 2001. Hefner memperkenalkan majalah Playboy tahun 1953, dan sejak itu Playboy menjadi salah satu merk yang paling terkenal di dunia. REUTERS/File Photo

    Dalam dokumen pengadilan yang diajukan pada Rabu, Nixon mengeluh bahwa tuna netra dan orang dengan gangguan penglihatan lain tidak dapat sepenuhnya menggunakan atau menikmati fasilitas, produk dan layanan karena gambar tidak memiliki teks pengindera.

    Baca: Gadis Cantik Berjilbab Tampil di Majalah Playboy, Rupanya...

    Perangkat lunak pembaca layar memungkinkan tuna netra untuk mengakses teks dengan sensor suara synthesizer atau layar braille.

    Gugatan juga menuduh Playboyshop.com melanggar hukum, dan mengatakan dikarenakan masalah perangkat lunak, maka ia tidak dapat membeli produk dari situs tersebut.

    Pendiri Playboy Hugh Hefner berpose di Playboy Mansion di daerah Holmby Hills di Los Angeles. Hefner adalah salah satu tokoh penting di dunia hiburan yang meninggal pada 2017. AP

    Playboy belum mengomentari gugatan Nixon. Jika diputus bersalah, Playboy terancam denda US$ 100.000 atau Rp 1,4 miliar. Nixon dilaporkan telah mengajukan 47 tuntutan lainnya terhadap perusahaan untuk pelanggaran ADA serupa.

    Baca: Setelah Enam Dekade, Penerbitan Majalah Playboy akan Dihentikan

    Sementara itu, Playboy mulai melelang barang-barang milik pendirinya Hugh Hefner,  yang meninggal tua pada September 2017 di usia 91 tahun. Barang yang dilelang pada Jumat, termasuk piyama sutranya yang diperkirakan dijual hingga US$ 2.000 (Rp 28 juta), jaket merah ikoniknya yang bernilai hingga US$ 5.000 (Rp 71 juta), dan topi kapten putih. Hasil dari lelang barang pendiri majalah Playboy Hugh Hefner, akan diberikan ke yayasan amal, yang mengadvokasi kebebasan dan hak sipil. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.