Batal Bertemu Putin, Trump Bakal Bertemu PM Australia Jam 5 Pagi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan). AP via The Sun

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan). AP via The Sun

    TEMPO.CO, Buenos Aires – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bakal bertemu dengan PM Australia, Scott Morrison, pasca membatalkan pertemuan terjadwal dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 atau KTT G20 di Buenos Aires, Argentina.

    Baca:

     

    Pertemuan itu akan digelar pada Sabtu pukul 5 pagi, 1 November 2018. Sebelumnya, ada keraguan Trump dan Morrison bakal bisa bertemu. Sebelum ini, Morrison dan Trump belum pernah bertemu pada ajang KTT G20 karena acara ini kerap digelar di negara Asia, seperti dilansir media SMH.

    “Ini bukan hanya untuk rakyat kita. Semua negara G20 mendapat manfaat signifikan dari perdagangan yang terjadi di antara mereka dan kita ingin semua melihat itu berlanjut,” kata Morrison saat tiba di Buenos Aires pada Kamis malam, 29 November 2018 waktu setempat.

    Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membatalkan secara mendadak rencana pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Buenos Aires, Argentina.

    Baca:

     

    Keputusan Trump ini diambil menyusul terjadinya ketegangan antara Rusia dan Ukraina pada Ahad akhir pekan lalu, yang berujung penangkapan tiga kapal.

    Keputusan Trump ini juga terjadi menyusul meningkatnya investigasi federal, yang dipimpin penasehat khusus Robert S. Mueller, mengenai dugaan keterlibatan Rusia pada pemilu Presiden AS 2016 untuk memenangkan Trump.

    Rusia menahan tiga kapal Ukraina di pelabuhan Kerch karena kapal itu diduga memasuki kawasan laut secara ilegal. Ada dua kapal kecil bersenjata artileri dan sebuah kapal tunda yang ditangkap. FSB - TASS

    Bekas pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, mengaku bersalah karena telah berbohong kepada Kongres mengenai rencana Trump untuk membangun proyek real estate di Rusia.

    Baca:

     

    “Berdasarkan fakta bahwa kapal dan pelaut belum dikembalikan ke Ukraina dari Rusia, saya memutuskan akan menjadi hal terbaik bagi semua pihak terkait untuk membatalkan rencana pertemuan terjadwal dengan Presiden Vladimir Putin dai Argentina. Saya berharap bakal segera ada pertemuan puncak berikutnya setelah situasi ini terselesaikan,” kata Trump lewat cuitan di akun Twitter @realdonaldtrump pada Kamis, 29 November 2018.

    Trump mencuitkan keputusannya ini dalam penerbangan di pesawat kepresidenan Air Force One menuju Buenos Aires untuk menghadiri KTT G20. Sekitar sejam sebelumnya, Trump masih mengatakan bakal bertemu Putin di KTT ini dan menyebutnya sebagai waktu yang sangat bagus untuk menggelar pertemuan.

    Keputusan mendadak Trump ini tampaknya mengejutkan para pejabat Rusia, yang mendapat informasi soal ini dari media. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada kantor berita RIA bahwa Rusia menyayangkan keputusan Trump padahal sudah bersiap untuk melakukan pertemuan.

    Baca:

     

    “Pembatalan ini berarti bahwa diskusi mengenai isu internasional kunci menjadi tertunda untuk waktu yang tidak diketahui,” kata Peskov,.

    Keputusan Trump itu, menurut juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, berdasarkan masukan dari sejumlah pembantunya seperti Menlu Mike Pompeo, Kepala Staf Gedung Putih John Kelly, dan penasehat keamanan nasional John Bolton.  

    Presiden Ukraina Petro Poroshenko, memberikan pidato saat menghadiri upacara untuk penyerahan senjata dan kendaraan militer untuk tentara Ukraina yang berperang di timur Ukraina, di Chuhui, 23 Agustus 2016. Mikhail Palinchak/Ukraina Presiden Press Service

    Secara terpisah, Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, meminta agar NATO mengirim bantuan kapal perang ke laut perbatasan negara itu dengan Rusia. Dia menuding Putin menganggap negaranya sebagai koloni dan bakal segera mencaploknya.

    Baca:

     

    Hingga saat ini, tiga kapal milik Ukraina yang ditangkap di Selat Kerch, Azov Sea, belum dilepas oleh Rusia, yang menilainya telah melanggar batas wilayah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.