Kelompok Houthi dan Koalisi Arab Sepakat Bahas Perdamaian Yaman

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemberontak Houthi mengangkat senjata mereka saat merayakan kematian mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, di Sanaa, Yaman, 4 Desember 2017. REUTERS

    Pemberontak Houthi mengangkat senjata mereka saat merayakan kematian mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, di Sanaa, Yaman, 4 Desember 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Arab dan pemberontak Houthi yang bertempur dalam perang Yaman, sepakat membahas perdamaian yang disponsori PBB di Swedia minggu depan.

    PBB telah berupaya menggagas dialog antara pemerintah yang didukung Arab Saudi yang dipimpin oleh Abdrabuh Mansour Hadi dan pemberontak Houthi yang mendapat dukungan Iran, untuk menyepakati kerangka perdamaian.

    Sebelumnya rencana dialog perdamaian di Jenewa, Swiss, pada September batal setelah Houthi tidak hadir.

    Baca: Utusan PBB untuk Yaman Siap Berunding dengan Militan Houthi

    Martin Griffiths, Utusan Khusus PBB untuk Yaman, tiba di Yaman untuk melakukan perundingan dengan kelompok pemberontak Houthi. Sumber: Mohamed al-Sayaghi/Reuters/aljazeera.com

    Mohammed Ali al-Houthi, kepala Komite Revolusi Tertinggi Houthis, mengatakan delegasi mereka akan tiba di Swedia pada 3 Desember, seperti dilaporkan dari Reuters, 30 November 2018.

    "jika keamanan keberangkatan dan kepulangan kami dijamin, maka ada indikasi positif perdamaian menjadi prioritas," tutur Ali.

    Baca: 85 Ribu Balita Tewas Didera Kelaparan Parah di Yaman

    TV Al Arabiya milik Saudi mengatakan bahwa rombongan Hadi akan tiba setelah Houthi.

    Seorang juru bicara Martin Griffiths, utusan khusus PBB, menolak memberikan tanggal perundingan tetapi Michael Aron, duta besar Inggris yang bermarkas di Riyadh untuk Yaman, menulis di Twitter bahwa konsultasi Swedia yang dipimpin oleh utusan PBB akan dilakukan pada pekan depan.

    Seorang wanita menggendong putranya yang mengalami malnutrisi di pusat pengobatan malnutrisi di Sanaa, Yaman, 7 Oktober 2018. Amal Hussein menjadi potret kengerian perang Yaman, yang telah membawa negara ini menuju kehancuran dan krisis kemanusiaan terburuk. REUTERS/Khaled Abdullah

    Griffiths bertemu dengan perwakilan partai politik Yaman di Yordania. Dua dari mereka mengatakan Griffiths berharap untuk menggelar pembicaraan damai pada 4 Desember, tetapi tergantung pada evakuasi 50 Houthi yang terluka.

    Baca: Inggris Desak PBB Keluarkan Resolusi Damaikan Yaman

    Upaya untuk mengadakan pembicaraan pada September gagal setelah Houthi meminta jaminan bahwa pesawat mereka tidak akan diperiksa. Mereka juga ingin mengevakuasi beberapa orang yang terluka ke Oman.

    Menteri luar negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan Arab Saudi bersedia mengevakuasi Houthi yang terluka. Sementara Kuwait menawarkan untuk menyediakan pesawat untuk kedua belah pihak menuju Stockholm.

    Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, mendesak pemerintah Arab Saudi agar mengungkap kasus pembunuhan kolumnis Jamal Khashoggi dan menghentikan perang di Yaman. Reuters

    PBB berharap untuk menghentikan pertempuran di sekitar Hodeidah, titik masuk untuk sebagian besar impor komersial Yaman dan pasokan bantuan penting, sebagai langkah awal menuju gencatan senjata yang lebih luas.

    Baca: Argentina Cari Informasi Soal Jamal Khashoggi dan Yaman, Ada Apa?

    Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi melanjutkan serangannya untuk merebut pelabuhan bulan ini, namun PBB khawatir bahwa serangan dapat menyebabkan kelaparan di Yaman, di mana diperkirakan 8,4 juta orang terancam kelaparan.

    Kelompok Houthi telah setuju untuk menyerahkan pengelolaan pelabuhan utama Yaman tersebut ke PBB, tetapi pihak-pihak yang bertempur berdebat siapa yang harus mengendalikan kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.