Whistleblower: MBS Minta Jari Jamal Khashoggi Dibawa ke Riyadh

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota, Mohammed bin Salman. AFP PHOTO/SPA/HO

    Putra Mahkota, Mohammed bin Salman. AFP PHOTO/SPA/HO

    TEMPO.CO, Jakarta - Whistleblower terkenal Arab Saudi, Mujtahidd mengungkapkan jari tangan jurnalis Jamal Khashoggi dibawa ke Riyadh atas permintaan putra mahkota Mohammed bin Salman atau dijuluki MBS.

    Menurut Mujtahidd yang juga seorang aktivis, permintaan putra mahkota Arab Saudi itu ditujukan kepada tim pembunuh Khashoggi.

    Baca: Mohammed bin Salman Sebut Jamal Khashoggi Islamis Berbahaya

    Mujthadidd mengungkapkan hal itu kepada media Al-Khaleej Online dan dikutip oleh Middle East Monitor pada 26 November 2018.

    Mohammed bin Salman mengikuti kasus pembunuhan Khashoggi mulai dari sebelum, selama, dan setelah pembunuhan itu terjadi.

    Baca: Mohammed bin Salman Sudah Incar Jamal Khashoggi Selama 3 Tahun

    Mujthadidd mengatakan, anggota tim pembunuh Khashoggi menerima bayaran antara 2-5 juta riyal Saudi atau setera dengan US$ 0.5 hingga US$ 1.33 juta atau setara Rp 19,1 miliar setelah eksekusi dilakukan.

    Jamal Khashoggi tewas disiksa dan dimutilasi saat datang ke konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

    Arab Saudi telah menangkap 21 tersangka pembunuh Jamal Khashoggi, 5 di antaranya dijatuhi hukuman mati. Adapun jasad Jamal Khashoggi belum ditemukan. MBS menegaskan semua tersangka pembunuh Khashoggi akan diadili. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.