Klaim Kontroversial Peneliti Cina Rekayasa Genetika Bayi

He Jiankui saat diwawancara di laboratorium di Shenzhen.[AP/Mark Schiefelbein]

TEMPO.CO, Jakarta - Ilmuwan dan ahli bioetika mengecam seorang peneliti Cina yang mengklaim berhasil 'menciptakan' bayi hasil dari rekayasa genetika untuk pertama kali.

He Jiankui dari Southern University of Science and Technology of China mengatakan dia mengubah DNA gadis kembar yang lahir awal bulan ini, untuk membantu mereka melawan kemungkinan infeksi virus AIDS. Hal ini dikecam oleh para ilmuwan karena rekayasa genetik terhadap manusia bertolak belakang dengan kode etik ilmiah.

Namun tidak ada konfirmasi independen dari klaim Jiankui, dan klaimnya belum dipublikasikan dalam jurnal.

Baca: Arab Saudi Petakan Kode Genetik Masyarakatnya 

Dilaporkan dari Associated Press, 28 November 2018, He mengungkapkan rekayasa genetika bayi pada Senin 26 November di Hong Kong ketika konferensi tentang rekayasa genetika sedang berlangsung.

100 lebih ilmuwan menandatangani petisi yang menyerukan pengawasan lebih besar terhadap percobaan rekayasa genetika.

Ilustrasi rekayasa genetika.[RTE]

Universitas yang menaungi He mengatakan akan mengerahkan para ahli untuk menyelidiki penelitian He yang melanggar etika dan standar akademik.

Seorang juru bicara He mengatakan dia telah cuti mengajar sejak awal tahun ini tetapi tetap di fakultas dan memiliki laboratorium di universitas.

Baca: Rekayasa Genetika untuk Perpanjang Usia

Pihak berwenang di Shenzhen, kota tempat laboratorium He berada, juga meluncurkan penyelidikan.

Sementara Universitas Rice di Amerika Serikat mengatakan akan menyelidiki keterlibatan profesor fisika Michael Deem. Rekayasa genetika semacam ini dilarang di AS, meskipun Deem mengatakan dia bekerja dengan He pada proyek di Cina.

He Jiankui, peneliti Cina, berbicara selama Konferensi Rekayasa Genetika di Hong Kong, Rabu 28 November 2018.[AP/Kin Cheung]

"Terlepas dari di mana itu dilakukan, proyek ini seperti yang dijelaskan dalam laporan pers melanggar pedoman perilaku ilmiah dan tidak konsisten dengan norma-norma etika dari komunitas ilmiah dan Universitas Rice," kata pihak universitas.

Rekayasa genetika adalah menyusun ulang DNA untuk menyediakan gen yang hilang yang diperlukan atau menonaktifkan salah satu gen yang menyebabkan masalah. Namun rekayasa genetik baru pertama kali diuji pada orang dewasa untuk menangani penyakit serius.

Baca: Rekayasa Genetika dan Kecerdasan Buatan Bisa Bikin Manusia Abadi?

Rekayasa genetika berbeda dengan rekayasa telur, sperma atau embrio karena bisa membuat perubahan permanen yang bisa diteruskan ke generasi mendatang.

Resikonya tidak diketahui, dan para ilmuwan terkemuka telah menyerukan moratorium penggunaan rekayasa genetika kecuali dalam penelitian laboratorium sampai sepenuhnya dipelajari.






Peneliti Ungkap Efek Jangka Panjang Gas Air Mata, Cacat hingga Kematian

1 hari lalu

Peneliti Ungkap Efek Jangka Panjang Gas Air Mata, Cacat hingga Kematian

Efek gas air mata mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang, termasuk risiko kematian.


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

5 hari lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

7 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


BRIN Kukuhkan Empat Profesor Riset

7 hari lalu

BRIN Kukuhkan Empat Profesor Riset

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengharapkan semangat keempat periset dapat menular kepada rekan-rekannya.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

7 hari lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

9 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

9 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

10 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

13 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

13 hari lalu

OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

Berikut bocoran spesifikasi ponsel flagship dari Cina, OnePlus 11 Pro, ini selengkapnya.