Kisah Tahanan Kamp Nazi Selamat karena Bermain Musik

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edward White menceritakan bagaimana ia selamat dari kamp Nazi karena musik.[Mirror.co.uk]

    Edward White menceritakan bagaimana ia selamat dari kamp Nazi karena musik.[Mirror.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahanan kamp penjara Nazi menceritakan pengalamannya bagaimana ia berhasil selamat karena musik.

    Kelaparan di kamp penjara Nazi, Edward White berani menyelamatkan nyawa rekannya dan sesama tahanan dengan mendirikan band dan bermain musik untuk mendapat makanan.

    Baca: Cinta Ditolak karena Sedarah dengan Adolf Hitler

    Dengan hanya keterampilan dasar sebelum ditangkap oleh Jerman, Edward White atau biasa dipanggil Ted berhasil selamat setelah empat tahun ditahan.

    David yang kini berusia 100 tahun menceritakan kisahnya saat ia bermain musik dalam sebuah band bernama The Swingternees.

    Edward saat berada di dalam kamp Nazi.[Mirror.co.uk]

    Putranya David, 67 tahun, mengatakan,"Mereka kelaparan di kamp dan dia menulis kepada Palang Merah dan menyuruh mereka mengirim instrumen."

    "Mereka mengirim terompet dan trombon, lalu mereka berhasil membuat drum dan double bass. Tapi dia pemain saksofon dan tidak tahu cara memainkan trompet atau trombone, jadi dia belajar sendiri cara bermain."

    Baca: Nazi Jerman Memiliki Teknologi Piring Terbang UFO?

    "Dia kemudian mengajari sesama narapidana dan mereka dikirim untuk bermain musik untuk warga Jerman di kota-kota terdekat dan mereka dibayar dengan ransum ekstra untuk orang-orang di kamp-kamp."

    "Mereka kelaparan, itu caranya membantu orang-orang di kamp."

    "Palang Merah mengirim kami kertas dan menulis materi dan orang-orang tertarik untuk belajar bermain."

    Edward White bersama putranya David dan istrinya Mary pada tahun 1952.[Mirror.co.uk]

    Ted pergi ke Jersey setelah pecahnya Perang Dunia II, dan belajar musik di sana dari pemimpin Symphony Orchestra. Ketika Jerman menyerang Pulau Channel pada tahun 1940, dia ditangkap dan dikirim ke kamp Laufen di Bavaria.

    Setelah dibebaskan dari kamp, Ted berkarir musik di departemen orkestrasi BBC TV, menggarap pertunjukan termasuk Fawlty Towers, Steptoe and Son dan The Good Life, serta Vena Lynn yang menjadi acara favorit masa perang.

    "Saya selalu menikmati musik, ini adalah hidup saya dan saya menjadi musisi freelance di London. Saya bertemu Vera Lynn di BBC, dia merekam acara TV," kata Ted.

    Edward bersama Ted White Orchestra di kamp tahanan perang Nazi selama Perang Dunia II.[Mirror.co.uk]

    "Suaminya adalah pemain saksofon seperti saya, dia meminta saya untuk membuat aransemen musik untuk tur Australia," tambah Ted.

    Baca: Larangan Dicabut, Buku Adolf Hitler Laris di Belanda

    Ted memiliki dua anak bersama istrinya Mary, yang meninggal pada usia 82 tahun, dan memiliki tiga cucu dewasa.

    "Saya pikir adalah langkah yang benar sewaktu di kamp tahanan perang Nazi agar mengasah keterampilan musiknya," tutur Ted.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.