5 Hal Soal Skandal 1MDB Malaysia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebisnis Malaysia Low Taek Jho atau yang dikenal Jho Low. thestar.com.my

    Pebisnis Malaysia Low Taek Jho atau yang dikenal Jho Low. thestar.com.my

    TEMPO.COKuala Lumpur – Proses pengadilan kasus dugaan penggelapan dana perusahaan investasi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB berjalan cepat pasca pemilihan umum Malaysia, yang digelar para Mei 2018.

    Baca:

     

    Saat ini, sejumlah orang telah ditetapkan sebagai terdakwa dan tersangka. Dua orang terdakwa adalah bekas PM Najib Razak dan istrinya, Rosmah Mansor. Sedangkan orang ketiga yang disebut-sebut berperan sentral dalam kasus ini adalah pengusaha buron, Low Taek Jho, atau Jho Low, dengan status tersangka.

    Baik Najib dan Rosmah mengaku tidak bersalah dalam kasus yang dikenakan kepadanya. Sedangkan Jho Low, juga mengaku tudingan yang diarahkan kepadanya tidak berdasar. Dia mengatakan itu dari tempat persembunyiannya.

    Baca:

     

    Berikut beberapa hal mengenai skandal keuangan 1MDB, yang aliran dananya terdeteksi hingga Singapura dan Amerika Serikat, sperti dikutip dari Malaysia Kini, Channel News Asia dan Star:

    1. Najib Razak

    Jaksa penuntut umum Malaysia mengajukan total 32 dakwaan terhadap Najib. Ini artinya Najib menghadapi ancaman 20 tahun. Jika terbukti bersalah, Najib, yang berusia 64 tahun, bakal menghabiskan seluruh sisa hidupnya di dalam penjara.

    Jaksa mengklaim ada dana sekitar US$700 juta atau sekitar Rp10.2 triliun . Dana ini diduga berasal dari 1MDB.

    Najib juga menghadapi tuntutan lain yaitu menerima uang dari perusahaan SRC International, yang merupakan anak perusahaan 1MD. Ancamannya juga mencapai 20 tahun.

     

    Baca:

     
    1. Rosmah Mansor

    Istri Najib Razak dari pernikahan kedua ini menghadapi 17 dakwaan. Sebagian dakwaan ini menyangkut praktek pencucian uang dan penghindaran pajak terkait skandal kasus 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB.

    Jaksa mengatakan ada uang sebesar RM7 juta atau sekitar Rp24 miliar, yang telibat dalam kasus pencucian uang ini.

    Bekas PM Malaysia, Najib Razak, dan istri, Rosmah Mansor. MothershipSg.com

    Rosmah, 66 tahun, menjalani persidangan terpisah di lokasi pengadilan yang sama di ibu kota Kuala Lumpur, Malaysia.

    Rosmah juga terkena kasus lain yaitu dugaan menerima suap RM189 juta atau Rp656 miliar. Uang suap ini berasal dari perusahaan Jepak Holdings Sdn Bhd, yang memenangkan kontrak pemerintah senilai RM1.25 miliar terkait pembangunan pembangkit listrik berbasis sinar matahari.

    Baca:

     
    1. Jho Low

    Jho Low sedang buron dan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dana 1MDB oleh KPK Malaysia atau MACC.

    Jho Low terlahir di Penang dan keluarga kaya. Ayahnya Larry Low Hock Peng merupakan eksekutif di sebuah perusahaan investasi bernama MWE Holdings Bhd.

    Sedangkan kakeknya Low Meng Tak membangun kekayaan keluarga di Cina dan Thailand lewat bisnis penambangan biji besi dan miras.

    Najib mengatakan Jho Low dipercaya karena memiliki hubungan dengan dengan keluarga kerajaan Arab Saudi, Kuwait dan Abu Dhabi. Najib mengaku berharap Jho Low menggunakan koneksinya itu untuk mendatangkan investasi ke Malaysia lewat 1MDB.

    1. Buron

    Otoritas hukum Malaysia berusaha mengejar Jho Low ke Hong Kong, dan Makau tapi belum berhasil. Suatu ketika, tim penjemput telah sampai di Hong Kong tapi ternyata Jho Low telah pindah ke Makau sehari sebelumnya. Ini membuat PM Malaysia, Mahathir Mohamad, meyakini Jho Low mendapat bocoran informasi dari internal di Malaysia.

    1. Pesta

    Jho Low dikenal gemar berpesta dengan selebriti internasional. Salah satu fotonya saat berpesta dengan Paris Hilton pada 2010 beredar di internet. Dia juga pernah muncul dengan penyanyi terkenal Alicia Keys di karpet merah. Pada 2013, Low berfoto dengan aktor peraih Oscar, Leonardo DiCaprio, pada premier film The Wolf of Wall Street di Paris. Film ini diproduseri oleh anak tiri Najib.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.