5 Hal Mengenai Michael Bloomberg, Donatur Kampus Rp 26 Triliun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konglomerat Michael Bloomberg, yang juga bekas wali kota New York untuk tiga periode. Reuters

    Konglomerat Michael Bloomberg, yang juga bekas wali kota New York untuk tiga periode. Reuters

    TEMPO.COWashingtonMichael Bloomberg, 76 tahun, merupakan anak dari seorang ayah Yahudi Polandia, yang menjadi imigran di Amerika Serikat. Dia lahir pada Hari Valentine pada 1942 di Brighton, Massachusets.

    Baca:

     

    Bloomberg menyelesaikan kuliah di bidang teknik kelistrikan di Johns Hopkins University pada 1964 dan melanjutkan dengan sekolah bisnis di Harvard University pada 1966. Ini membuatnya memiliki modal pendidikan yang bagus untuk memulai karir, yang mengantarnya menjadi konglomerat di AS. 

    Bloomberg memberi donasi sekitar Rp26 triliun kepada Johns Hopkins University untuk membantu siswa cerdas yang kekurangan biaya kuliah. 

    “Ini akan membuat biaya masuk ke Hopkins menjadi selamanya tanpa pandang bulu. Keuangan tidak bakal menjadi faktor dalam membuat keputusannya,” kata Bloomberg dalam artikel yang ditulis dipublikasikan di media New York Times seperti dikutip USA Today pada Senin, 19 November 2018 waktu setempat.

    Baca:

     

    Dia memulai karir sebagai staf bidang perdagangan di perusahaan investasi keuangan Salomon Brothers. Dalam 15 tahun, Bloomberg, yang pernah menjabat sebagai wali kota New York sebanyak tiga periode, menjadi rekan di bank investasi itu.

    Ketika Salomon Brothers diakuisisi perusahaan lain, Bloomberg kehilangan pekerjaan dan memulai bisnis sendiri dengan membuka layanan data keuangan pada 1982 yaitu Innovative Market Systems.

    Dalam 20 tahun, perusahaan yang kemudian berganti nama menjadi Bloomberg LP menjadi salah satu pemimpin dalam layanan data keuangan global. Salah satu anak perusahannya adalah kantor berita Bloomberg Business News, yang fokus pada berita bisnis dan keuangan.

    Berikut 5 hal mengenai Bloomberg seperti dikutip dari MSNBC, Fiscal Times, dan Britannica:

    1. Konglomerat

    Bloomberg tercatat sebagai orang terkaya nomor 10 di AS versi Forbes. Ini menunjukkan dia memiliki jaringan bisnis dan sumber daya yang memadai untuk membiayai kegiatan kampanye jika dia ingin maju sebagai Presiden pada pilpres 2020. CNN mengatakan Bloomberg akan mengumumkan keputusan soal ini pada Februari 2019. Dia pernah menjadi anggota Partai Demokrat dan Partai Republik. Jika dia maju lewat jalur Republik, maka dia bakal berhadapan dengan inkumben Presiden Donald Trump sebelum memenangkan tiket konvensi partai itu.

    Baca:

     
    1. Anti-Senjata

    Bloomberg dikenal sebagai tokoh yang getol berkampanye untuk pengendalian senjata dan mendukung pembuatan legislati yang mengatur kepemilikan senjata secara ketat. Dia sempat mendirikan gerakan “Mayors Against Illegal Guns” yang kemudian menjadi gerakan “Everytown for Gun Safety”. Dia juga membuat iklan untuk menyerang politisi yang mendukung kepemilikan senjata publik.

    1. Gaya Kepemimpinan

    Gaya kepemimpinannya yang lugas membuat Kota New York menjadi lebih bersih, aman dan sejahtera saat dia menjadi Wali Kota. Namun, sebagian orang yang tidak menyukai Michael Bloomberg menyebut gaya kepemimpinannya diktator. Misalnya, pemkot New York saat dia pimpin pernah mengambil alih pengelolaan sejumlah sekolah, melarang perokok di bar dan restoran. Bloomberg lalu memperluas larangan ini hingga ke taman kota, pantai, dermaga, dan trotoar pada 2011. Dia sempat berupaya mengatur konsumsi maksimal soda meskipun akhirnya ditolak pengadilan.

    Baca:

     
    1. Gaji US$1

    Michael Bloomberg mendapat gaji US$1 per tahun atau sekitar Rp14.500 selama menjadi wali kota New York. Dia menjadi wali kota ke 108 di kota itu dan memulai jabatan pada 2002. Dia terpilih lagi pada 2005 dan memperpanjang masa jabatannya untuk ketiga kalinya pada 2009. Ini terjadi dengan mengubah legislasi setempat, yang membatasi masa jabatan wali kota hanya dua tahun. Alasannya, Bloomberg mengatakan Kota New York membutuhkan arahan dan kemampuan finansialnya untuk memandu kota melewati masa ekonomi sulit.

    Baca:

     
    1. Pilot Helikopter

    Michael Bloomberg memiliki lisensi sebagai pilot untuk menerbangkan helikopter miliknya yaitu Agusta A109S. Dia juga membeli AgustaWestland AW609 Tiltrotor yang harganya mencapai puluhan juta dolar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh di Panggung, Riuh di Cyber

    Di dunia maya, adu cuitan dan status jauh lebih ramai antara pendukung dan juru bicara kedua kubu.