Dirawat 4 Tahun di RS Taiwan, TKI Asal Banyumas Belum Bisa Pulang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, didampingi Wakil Kepala KDEI, Siswadi, saat menjenguk Shinta awal November lalu.[KDEI/BNP2TKI/Tempo]

    Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, didampingi Wakil Kepala KDEI, Siswadi, saat menjenguk Shinta awal November lalu.[KDEI/BNP2TKI/Tempo]

    TEMPO.CO, Jakarta - Shinta Danuar, TKI yang sudah 4 tahun dirawat di rumah sakit Taipei, Taiwan, belum bisa pulang ke tanah air karena belum memungkinkan untuk diterbangkan. Dokter yang merawat Shinta di Rumah Sakit Pinghe Hsinchu menilai Shinta belum cukup pulih untuk terbang.

    Namun Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei terus memantau dan mengupayakan pemulangan TKI asal Banyumas tersebut agar bisa dirawat di Indonesia.

    Baca: Jalan Panjang Kemenlu Selamatkan TKI Tuti Tursilawati

    "Kami sangat memahami harapan keluarga untuk memulangkan Shinta. Namun kondisi Shinta saat ini masih belum memungkinkan, salah satunya karena masih tergantung kepada life support. Kami akan terus memonitor perkembangannya dari hari ke hari dan akan mengurus pemulangannya segera setelah tim Emergency Medical Service (EMS) Taiwan mengeluarkan rekomendasi", ujar Dedi Sumedi, Kepala KDEI Taipei kepada Tempo, 19 November 2018.

    Rumah Sakit Pinghe Hsinchu.[hch.gov.tw]

    Shinta Danuar berangkat ke Taiwan untuk bekerja sebagai caregiver atau perawat pada awal 2014 yang diberangkatkan oleh sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Jakarta Barat.

    Baca: Penjelasan Duta Besar Osama Soal Notifikasi Hukuman Mati TKI

    Shinta mulai dirawat di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Pinghe Hsincu, Taipei, sejak 31 Desember 2014, hanya 9 bulan sejak mulai bekerja sebagai perawat. Shinta dirawat karena didiagnosa terserang virus di tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan dan infeksi.

    "KDEI pastikan perusahaan pengirim memenuhi hak-hak Shinta dan ikut berkontribusi dalam penanganan masalah yang dihadapi Shinta, karena Shinta mengalami sakit dalam masa kontrak", tutur Fajar Nuradi, Kepala Bidang Perlindungan WNI KDEI Taipei.

    Baca: Hukuman Mati Mengintai Pekerja Migran Indonesia

    Dalam kunjungannya ke Taipei awal November lalu, Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, menyempatkan diri menjenguk Shinta di rumah sakit. Dalam kunjungan tersebut Nusron memastikan bahwa BNP2TKI bersama KDEI Taipei akan memberikan bantuan yang diperlukan bagi Shinta sampai kepulangannya dari Taiwan.

    TEMPO | MIS FRANSISKA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.