Pembunuhan Jamal Khashoggi, Presiden Trump Minta Penjelasan CIA

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jurnalis freelance Indonesia melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Aksi ini menuntut kejelasan atas hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah jurnalis freelance Indonesia melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Aksi ini menuntut kejelasan atas hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil pemeriksaan badan intelijen Amerika Serikat, CIA, yang menyimpulkan Putra Mahkota Arab Saudi telah terlibat dalam pembunuhan wartawan, Jamal Khashoggi, mendapat reaksi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dia memastikan, sedang menunggu sebuah penjelasan dari CIA terkait kasus ini. 

    Dikutip dari independent.co.uk, Minggu, 18 November 2018, Trump telah dijadwalkan untuk melakukan pembicaraan dengan CIA pada Sabtu, 17 November 2018 waktu Amerika Serikat. Dalam rencana pertemuan itu, Trump akan diberitahu pemeriksaan terbaru yang dilakukan CIA.

    Baca: Pejabat CIA Klaim MBS Perintahkan Pembunuhan Jamal Khashoggi 

    Sebelumnya surat kabar Washington Post mewartakan CIA sangat yakin pada kesimpulan atas investigasi yang dilakukannya. Washington Post adalah media tempat Khashoggi menulis kolom sejak dia mengasingkan diri ke Amerika Serikat pada 2017.   

    Baca: Mohammed bin Salman Sebut Jamal Khashoggi Islamis Berbahaya 

    “Kami belum diberikan penjelasan. CIA akan berbicara pada saya hari ini. Pada saat ini, kami mendapat kabar dia (Putra Mahkota) tidak ada peran dalam pembunuhan Khashoggi. Kami akan mencari tahu apa yang akan disampaikan CIA,” kata Presiden Trump sebelum meninggalkan Gedung Putih dan bertolak ke California.

    Hasil pemeriksaan CIA mengarah pada keyakinan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman, terkait dengan pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober 2018. Kesimpulan CIA ini telah membuat runyam upaya Presiden Trump yang ingin menjaga pemerintahannya agar tetap dekat dengan rezim Arab Saudi.

    Trump menyebut, Kerajaan Arab Saudi adalah sebuah sekutu yang hebat dalam hal perkembangan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja. Walhasil, pemerintahan Trump ingin benar-benar melakukan banyak pertimbangan ketika memutuskan langkah apa yang harus diambil untuk Kerajaan Arab Saudi terkait pembunuhan Khashoggi.

    Kesimpulan dari investigasi CIA ini diprediksi bakal mendorong anggota kongres Amerika Serikat agar Washington menjatuhkan hukuman kepada Kerajaan Arab Saudi. Sebelumnya, pemerintahan Trump telah menjatuhkan sanksi kepada 17 pejabat tinggi Arab Saudi terkait dugaan peran mereka dalam pembunuhan Khashoggi.  Namun anggota Senat Amerika Serikat menyerukan agar Presiden Trump membatasi penjualan senjata ke Kerajaan Arab Saudi atau membuat hukuman yang lebih keras.  

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.