5 Kesepakatan Brexit Theresa May yang Ditentang Menteri Inggris

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Inggris Theresa May saat membuat pidato Brexit di Italia pada 22 September 2018. [REUTERS]

    PM Inggris Theresa May saat membuat pidato Brexit di Italia pada 22 September 2018. [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dominic Raab mengundurkan diri sebagai Menteri Urusan Brexit setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May memaksakan kesepakatan Brexit terbarunya kepada kabinet.

    Setelah negosiasi maraton dan alot di Brussel, May menyerahkan kesepakatan itu kepada kabinet pada Kamis, 14 November, dan menyetujui setelah perdebatan panjang.

    Baca: Inggris dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Awal Proses Brexit

    Namun, anggota parlemen pro Brexit Jacob Rees-Mogg menyebutnya sebagai kesepakatan yang buruk. Pada Jumat, 15 November, Menteri Urusan Brexit, Dominic Raab, mengundurkan diri, diikuti oleh Menteri Tenaga Kerja dan Pensiun Esther McVey. Berikut beberapa hal yang membuat sejumlah politikus pro Brexit kesal, seperti dilansir dari Sputniknews, 16 November 2018.

    Dominic Raab [REUTERS]

    Hak Ekspatriat di Eropa dan Inggris

    Salah satu kekhawatiran terbesar setelah referendum Brexit pada 2016 adalah apa yang akan terjadi pada warga Uni Eropa di Inggris dan warga Inggris di Eropa.

    Ribuan orang Polandia, Romania dan Bulgaria telah kembali ke negara asal dalam dua tahun terakhir di tengah ketidakpastian masa depan mereka di Inggris. Banyak warga Inggris di Spanyol dan Prancis memutuskan untuk kembali pulang.

    Baca: Kabinet Inggris Setujui Rancangan Kesepakatan Brexit

    Menurut kesepakatan, orang-orang akan dapat bekerja dan belajar di mana mereka saat ini tinggal dan dalam beberapa situasi akan dapat bergabung dengan kerabat.

    Meskipun imigrasi merupakan masalah besar selama kampanye referendum Brexit, kesepakatan akhir mengenai hak warga negara belum menjadi masalah besar bagi pendukung Brexit karena masih akan menghentikan migran baru datang ke Inggris dari Uni Eropa, kecuali mereka telah diberikan visa kerja.

    Uang Perpisahan

    Kesepakatan itu juga mencakup rincian berapa banyak Inggris harus membayar Uni Eropa untuk memutuskan hubungan, diperkirakan pada angka sekitar 39 miliar Poundsterling.

    Jumlah itu termasuk kontribusi Inggris untuk anggaran tahunan Uni Eropa hingga 2020, termasuk pembayaran komitmen luar biasa dan kewajiban lainnya hingga 2020.

    Meskipun pendukung Brexit terbebani, ini belum menjadi masalah besar bagi mereka yang tahu akan menerima kerugian keuangan jika meninggalkan Uni Eropa, meskipun mereka percaya uang itu sepadan dengan kebebasan tidak terbelenggu dari kontrol Uni Eropa.

    Perbatasan Irlandia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.