Rekrut Anak Muda, Angkatan Darat AS Manfaatkan Video Games

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video games America's Army.[army.mil]

    Video games America's Army.[army.mil]

    TEMPO.CO, JakartaAngkatan Darat Amerika Serikat menyusun tim video gamer dari dalam jajarannya untuk menjangkau anak muda Amerika Serikat agar bergabung ke militer.

    Ini dilakukan setelah 15 tahun peluncuran "America's Army", sebuah game first-person shooter untuk merekrut tentara dalam dunia nyata. Angkatan Darat menyerukan pasukannya dan pasukan cadangan aktif untuk bersaing dalam turnamen video games atau e-sport, dalam upaya perekrutan, seperti dilansir dari Stars and Stripes, 16 November 2018.

    Baca: 5 Alasan Angkatan Darat Amerika Sulit Dikalahkan di Medan Perang

    Langkah ini dilakukan setelah tahun ini Angkatan Darat untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, gagal memenuhi target tahun fiskal untuk merekrut tentara baru yang sedang berusaha menambah 500.000 ribu lebih personel dalam empat tahun ke depan.

    Sejumlah orang melihat demonstrasi game "Call of Duty" di booth Activision dalam Electronic Entertainment Expo, di Los Angeles, California, Selasa (11/6). REUTERS/David McNee

    Anggota tim akan menjadi bagian dari Tim Marketing Angkatan Darat yang berbasis di Fort Knox, dan akan beroperasi seperti tim parasut Golden Knight dan Unit Marksmanship Angkatan Darat, bepergian ke berbagai acara dan berkompetisi untuk Angkatan Darat, kata Kelli Bland, juru bicara untuk rekrutmen Angkatan Darat AS.

    Angkatan Darat akan menanggung biaya sertifikasi, kompetisi dan persyaratan lainnya, kata Bland.

    Baca: 50 Persen Pemuda Denmark Tidak Cocok Masuk Militer, Kenapa?

    Angkatan Darat mengalami penyusutan pendaftar berusia 17 hingga 24 tahun, di mana sekitar dua pertiga tidak memenuhi syarat karena hal-hal seperti kebugaran fisik yang buruk atau penggunaan narkoba.

    Selain menggunakan teknik perekrutan tradisional, seperti panggilan telepon, kata Muth, Angkatan Darat ingin mencoba teknik digital.

    Game 'Call of Duty Black Ops II'. t3.com

    Video game menawarkan tempat yang sempurna, kata Travis Williams, seorang tentara cadangan yang merupakan kepala eksekutif dan pendiri bersama Military Gaming League, sebuah organisasi e-sports khusus untuk anggota dan veteran, yang diluncurkan pada Maret dan telah memiliki 100 anggota sejak dibentuk dan telah bekerja dengan Angkatan Darat dalam e-sport.

    Baca: Banyak yang Gagal, Angkatan Darat Inggris Kendorkan Tes Masuk

    Angkatan Udara juga berusaha untuk membuat terobosan dalam dunia game digital, bermitra musim panas ini dengan tim e-sports untuk menyelenggarakan acara dan mensponsori serial web. Tapi Angkatan Darat AS mungkin menjadi satuan militer pertama yang meluncurkan tim video games atau e-sport "all-Army", kata Williams.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.