Forum Bisnis Indonesia di Korea Selatan Diminati

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedutaan Besar RI di Seoul, Korea Selatan, menyelenggarakan Forum Bisnis Indonesia di kota Seoul dan Busan Korsel pada 13 - 15 November 2018. Pertumbuhan perdagangan yang stabil dan berkelanjutan, aliran investasi asing yang terus positif, serta pertumbuhan stabil ekonomi  di atas lima persen menjadi keunggulan yang dijajakan KBRI dalam forum ini. Sumber: dokumen KBRI Seoul

    Kedutaan Besar RI di Seoul, Korea Selatan, menyelenggarakan Forum Bisnis Indonesia di kota Seoul dan Busan Korsel pada 13 - 15 November 2018. Pertumbuhan perdagangan yang stabil dan berkelanjutan, aliran investasi asing yang terus positif, serta pertumbuhan stabil ekonomi di atas lima persen menjadi keunggulan yang dijajakan KBRI dalam forum ini. Sumber: dokumen KBRI Seoul

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar RI di Seoul, Korea Selatan, menyelenggarakan Forum Bisnis Indonesia di kota Seoul dan Busan Korsel pada 13 – 15 November 2018. Pertumbuhan perdagangan yang stabil dan berkelanjutan, aliran investasi asing yang terus positif, serta pertumbuhan stabil ekonomi  di atas lima persen menjadi keunggulan yang dijajakan KBRI dalam forum ini. 

    Forum Bisnis Indonesia pada tahun ini mengangkat tema "Seizing Opportunity in Trade and Investment". Sekitar 200 pelaku usaha dari Korea Selatan memperlihatkan  ketertarikannya untuk mengembangkan sayap bisnisnya ke Indonesia. Salah satunya KAMICO, yakni sebuah koperasi pengusaha mesin-mesin pertanian Korea. 

    Koperasi ini tertarik menghimpun perusahaan anggotanya untuk dirikan kawasan industri khusus pabrik mesin pertanian di Indonesia. Selain KAMICO, Marine Bio juga tertarik bekerja sama. Marine Bio adalah perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik, makanan dan obat berbahan ganggang merah. Marine Bio sedang berupaya bermitra dengan Indonesia untuk produksinya.

    Kedutaan Besar RI di Seoul, Korea Selatan, menyelenggarakan Forum Bisnis Indonesia di kota Seoul dan Busan Korsel pada 13 – 15 November 2018. Pertumbuhan perdagangan yang stabil dan berkelanjutan, aliran investasi asing yang terus positif, serta pertumbuhan stabil ekonomi di atas lima persen menjadi keunggulan yang dijajakan KBRI dalam forum ini. Sumber: dokumen KBRI Seoul

    Baca: Korea Selatan Minta Dukungan Indonesia untuk Perdamaian Korea

    KBRI dalam keterangannya menyebut, beberapa pemain besar Korea juga secara langsung menyatakan niatannya untuk mengembangkan unit usahanya di Indonesia. Mulai dari industri jasa keuangan, enerji terbarukan, hingga makanan.

    Baca : 45 Tahun Indonesia - Korea Selatan, Jokowi Temui Moon Jae-in

    "Potensi pasar yang besar, daya beli masyarakat yang terjaga serta akses kesediaan SDA dan SDM merupakan tiga pendorong utama. Hal itu masih ditambah dengan dua faktor lainnya, yaitu Pemerintah yang pro bisnis serta kondisi keamanan Indonesia yang baik," kata Duta Besar RI di Seoul, Korea Selatan, Umar Hadi.

    Forum Bisnis Indonesia 2018 menghadirkan pelaku bisnis Indonesia di berbagai bidang seperti kelapa sawit, kopi, alat rumah tangga dan pariwisata. Hadir pula para pakar dari Bank Indonesia, BNI, BKPM, Kementerian Pariwisata,  serta Sekjen Dewan Penelitian Nasional Korea Selatan, Gil Hong Geun.

    "Saya benar-benar menantikan dapat bekerja sama dengan Indonesia secara lebih erat, utamanya untuk membantu Indonesia menjadi negara Industri 4.0, " tuturnya. 

    Promosi terpadu Indonesia di Korea Selatan ini digawangi oleh KBRI Seoul bekerja sama dengan Indonesia Investment Promotion Center di Seoul dan Indonesia Trade Promotion Center di Busan. 

    Sektor Industri saat ini masih menjadi salah satu mesin utama pendorong ekonomi Indonesia. Diperkirakan kontribusi terhadap PDB akan terus meningkat. Aliran investasi, termasuk dari Korea Selatan yang mengalir ke Indonesia juga meningkat hingga 50 persen di sektor industri dalam lima tahun terakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.