Polisi Tangkap Pengikut dari Penembak Massal Sinagoga Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robert Bowers, pelaku penembakan sinagog idi Pittsburgh [Sky News]

    Robert Bowers, pelaku penembakan sinagog idi Pittsburgh [Sky News]

    TEMPO.CO, Pittsburgh – Polisi Amerika Serikat menangkap seorang lelaki di Washington DC, yang diduga memiliki hubungan sosial media dengan pelaku penembakan massal Sinagoga Tree of Life di Pittsburgh.

    Baca:

     

    Lelaki bernama Jeffrey Clark, 30 tahun, itu menyebut pembunuhan di sinagoga yang menewaskan 11 orang jamaah merupakan hanya ‘hal kering untuk hal-hal yang akan datang’.

    “Clark menghadapi sejumlah dakwaan federal terkait kepemilikan senjata api ilegal, kepemilikan zat adiktif, dan memiliki magazine senjata berkapasitas tinggi,” begitu dilansir CBS News pada Rabu, 14 November 2018.

    Baca:

     

    Clark muncul di ruang pengadilan federal di Washington DC pada Selasa, 13 November 2018. Dokumen pengadilan menyebut Clark berteman dengan Robert Bowers, 56 tahun, yang menjadi tersangka penembakan massal Sinagoga Tree of Life.

    Clark ditangkap setelah salah satu anggota keluarganya melapor ke polisi bahwa dia mengeluarkan pernyataan agitasi termasuk menyebut para korban penembakan massal di sinagoga layak mengalami musibah itu. Anggota keluarga ini merasa khawatir Clark bakal melakukan hal yang membahayakan diri dan orang lain.

    Dua kakak beradik Jeremy dan Edward Clark mengklaim sebagai anggota garakan kelompok supremasi kulit putih dan mendukung penembakan massal Sinagoga Tree of Life di Pittsburgh, Amerika. Twitter/Times of Israel

    Menurut penyelidik FBI, Clark memiliki akun di jejaring sosial kelompok kanan Gab, dan menjadi pengikut akun dari Robert Bowers. Dia menggunakan nama akun “DC Bowl Gang”, yang merujuk pada gaya rambut Dylann Roof. Roof merupakan anggota kelompok supremasi kulit putih yang menembak mati sembilan orang kulit hitam pada 2015, yang menjadi jamaah sebuah gereja di Charleston, di Carolina Selatan.

    Baca:

     

    Menurut petugas, beberapa jam setelah penembakan massal di sinagoga, adik Clark yaitu Edward Clark melakukan bunuh diri di sebuah pulau di Washington DC. Media WUSA melansir kedua kakak beradik ini mengikuti gerakan kelompok supremasi kulit putih “Unite the Right” di Charlottesville, Virginia, yang pecah menjadi konflik pada Agustus 2017.

    Menurut anggota keluarga, seperti dilansir Times of Israel, Jeremy dan Edward terlihat berfoto di sebelah James Alex Fields, yang didakwa sengaja menabrakkan kendaraannya ke kerumunan massa di Charlottesville dan menewaskan seorang pengunjuk rasa tandingan yaitu Heather Heyer.

    Baca:

     

    Keluarga bercerita kepada FBI bahwa Clark merupakan pengguna obat-obatan terlarang. Di situs Gab, Clark menggambarkan dirinya sebagai,”Perokok sabu, pembuat bom pipa, pengirim surat.” Robert Bowers sempat melontarkan pernyataan antisemit di situs Gab sebelum melakukan aksinya di sinagoga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.