Menteri Keuangan Malaysia: Najib Hidup di 'Alam Berbeda'

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng. Sumber: Business Times/asiaone.com

    Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng. Sumber: Business Times/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, menyebut mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, 'tinggal di dunia lain'. Pernyataan itu tercetus ketika Najib masih berambisi untuk mempertahankan lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB.

    Najib bersikukuh 1MDB membawa manfaat kepada negara dan bisa mencetak keuntungan.

    Najib berpandangan, telah membuka 1MDB dan perusahaan investasi itu bisa meraup untung jika seluruh aset-asetnya dikelola dengan baik. Dia mengklaim, ada sejumlah dokumen yang memperlihatkan 1MDB masih bisa menerima keuntungan sampai tahun 2020 dari uang yang dipinjamkan kepada International Petroleum Investment Company PJSC.

    "Saya merasa dia (Najib) punya dunia sendiri atau tinggal di dunia lain," kata Lim, seperti dikutip dari asiaone.com, Kamis, 15 November 2018.

    Baca: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak Batal ke Indonesia

    Najib Razak. REUTERS

    Baca: 3 Anak Najib Razak Curcol di Facebook, Mereka Bilang Apa?

    Pernyataan itu disampaikan Lim ketika dimintai komentar saat Najib mendebat anggaran pengeluaran untuk 2019. Menurut Lim, Najib sedang menghadapi tuntutan korupsi dan diperlukan izin dari otoritas hukum untuk mengeluarkan dokumen-dokumen yang memperkuat keyakinan Najib bahwa 1MDB harus dipertahankan.

    "Kami tak masalah mengeluarkan dokumen-dokumen itu, tetapi kami harus patuh pada nasehat yang diberikan oleh Jaksa Agung. Saya yakin ketika persidangan di mulai, kebenaran akan terungkap," kata Lim.

    Mantan Perdana Menteri Najib didakwa dengan 25 tuntutan korupsi dan pencucian uang terkait total transaksi di 1MDB senilai RM2.3 miliar. Najib sampai November 2018, menyangkal atas seluruh tuduhan yang telah disangkakan padanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.