Syarat Visa Diperketat, Israel Ingin Kurangi Turis Turki?

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga remaja berswafoto setelah melaksanakan salat Idul Adha di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem, Selasa, 21 Agustus 2018. Selepas salat Idul Adha, kompleks Masjid Al Aqsa dipadati warga yang berfoto. REUTERS.

    Tiga remaja berswafoto setelah melaksanakan salat Idul Adha di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem, Selasa, 21 Agustus 2018. Selepas salat Idul Adha, kompleks Masjid Al Aqsa dipadati warga yang berfoto. REUTERS.

    TEMPO.CO, Jakarta - Israel diduga sedang berupaya mengurangi turis asal Turki yang ingin berkunjung ke Yerusalem. Dugaan itu berkaca pada sulitnya wisatawan asal Turki untuk mendapatkan visa ke wilayah itu.

    Mehmet Esmer, pemilik biro perjalanan Mihmandar, menceritakan Kementerian Dalam Negeri Turki telah memperketat syarat permohonan visa bagi wisatawan asal Turki. Bahkan muncul sejumlah larangan dalam syarat pengajuan visa.

    "Saya telah membayar US$ 60,000 sejak empat bulan lalu sebagai jaminan untuk empat perjalanan wisata. Namun saya sampai sekarang belum bisa menarik uang jaminan itu dan belum ada kabar dari Kementerian Dalam Negeri Israel," kata Esmer, seperti dikutip dari aa.com.tr, Selasa, 13 November 2018.

    Baca: Turis Berpaspor Indonesia Tidak Bisa Masuk Israel

    Seorang pria dan anaknya berswafoto dengan badut setelah melaksanakan salat Idul Adha di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Selasa, 21 Agustus 2018. REUTERS.

    Baca: Israel Melarang Turis Indonesia Masuk, Warga Menyesalkan

    Umumnya, sebuah biro perjalanan wisata yang melayani perjalanan ke Yerusalem bisa memberangkatkan tiga sampai empat perjalanan wisata dalam sebulan. Hal ini membuat biro perjalanan wisata mendapatkan untung.

    "Mereka (Israel) mencoba mengurangi jumlah kunjungan turis dari Turki ke Yerusalem. Semua orang tahu itu. Banyak orang dari belahan negara lain berdatangan ke Yerusalem, tetapi tak ada yang mengalami seperti yang kami hadapi," kata Esmer.

    Lantaran ketatnya syarat permohonan visa ke Yerusalem saat ini, telah membuat Esmer membatalkan enam perjalanan wisata ke Yerusalem.

    Pengalaman Esmer itu dirasakan pula oleh Numan Balci, pemilik biro perjalanan Kible tours. Dia mengaku telah memberikan uang jaminan US$ 15.000 ke Israel agar perjalanan wisata ke Yerusalem yang disusun pihaknya tetap berjalan mulus.

    "Mereka (Israel) tidak meminta kepada biro-biro perjalanan lain uang jaminan, tetapi mereka melakukan ini pada kami. Kami tak tahu apa kebijakannya," kata Balci kepada kantor berita Anadolu.

    Dia mengatakan Israel telah mengurangi jumlah visa dalam setahun dan hal ini membuat turis asal Turki ciut. Walhasil, Numan Balci pun terpaksa membatalkan enam perjalanan wisata ke Yerusalem. Menurutnya, pemerintah Israel seharusnya mendorong orang untuk mengunjungi tempat-tempat suci bersejarah, khususnya Yerusalem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.