Kamis, 22 November 2018

Korupsi, Imelda Marcos Divonis Bersalah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imelda Marcos. AP/Pat Roque

    Imelda Marcos. AP/Pat Roque

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ibu Negara Imelda Marcos dinyatakan bersalah atas tindak kejahatan korupsi oleh pengadilan antikorupsi Sandiganbayan Filipina

    Marcos menghadapi total tujuh dakwaan korupsi. Pengadilan memerintahkan Marcos menjalani hukuman enam sampai 11 tahun untuk masing-masing dakwaan.    

    Dikutip dari standardmedia.co, Jumat, 9 November 2018, tuntutan pengadilan antikorupsi Sandiganbayan menyatakan Marcos, 86 tahun, bersalah atas uang sebesar US$ 200 juta atau Rp 2,9 trilun yang disembunyikan lewat lembaga nirlaba satu dekade silam. Total ada tujuh kali transfer yang dilakukan ke rekening itu saat Marcos menjabat sebagai gubernur Manila.  

    “Marcos dan suaminya telah membuka sejumlah rekening di Swiss dan mereka menggunakan nama samaran untuk menyembunyikan kepemilikan atas rekening-rekening tersebut. Mantan Presiden telah memilih nama samaran William Saunders dan Imelda Marcos menggunakan nama palsu Jane Ryan,” kata Jaksa penuntut khusus, Ryan Quilala.      

    Baca: MA Filipina Kukuhkan Penyitaan Perhiasan Imelda Marcos 

    Imelda Marcos. AP Photo

    Atas putusan pengadilan ini,  pengacara Marcos belum bisa dihubungi . Sumber di pengadilan  antikorupsi Sandiganbayan mengatakan Marcos bisa menghindari penahanan terhadapnya dengan membayar uang jaminan yang jumlahnya belum ditentukan. Dia juga bisa mengajukan banding ke Mahkamah Agung Filipina.       

    Baca: Anaknya Maju Jadi Wapres, Imelda Marcos Kecewa 

    Suami Marcos, Ferdinand Marcos, bersama kroni-kroninya pernah dituding mencuri uang negara US$ 10 milar atau Rp 146 miliar. Pada 1986, dia melarikan diri bersama keluarganya ke Amerika Serikat saat meletupnya gelombang unjuk rasa untuk mengakhiri 20 tahun pemerintahannya. Dia meninggal pada 1989 dalam pengasingannya.   

    Akan tetapi, anak keturunannya kembali ke ibu kota Manila, termasuk kembali ke dunia politik Filipina. Marcos saat ini bahkan tercatat sebagai anggota Kongres Filipina. Sedang putrinya Imee Marcos, menjadi Gubernur Provinsi Ilocos Norte dan membiayai kampanye Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, dalam pemilu 2016. Putra Marcos, yang juga bernama Ferdinand, hampir menjadi wakil presiden Filipina. Ferdinand berharap bisa maju menjadi Presiden Filipina pada 2020.  

        


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.