Kamis, 22 November 2018

Snowden: Arab Saudi Gunakan Spyware Israel Sadap Jamal Khashoggi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks karyawan CIA dan whistle-blower Edward Snowden mengklaim Arab Saudi menggunakan spyware Israel untuk menargetkan Jamal Khashoggi.

    Snowden menyampaikan hal ini pada sebuah konferensi di Tel Aviv melalui siaran video, seperti dilaporkan dari Middle East Monitor, 7 November 2018. Snowden mengklaim bahwa perangkat lunak yang dibuat oleh perusahaan intelijen cyber Israel digunakan oleh Arab Saudi untuk melacak dan menargetkan Jamal Khashoggi menjelang pembunuhannya pada 2 Oktober di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.

    Baca: Jamal Khashoggi Dibunuh, Arab Saudi Rusak Kamera CCTV Konsulat

    "Bagaimana mereka (Arab Saudi) tahu apa rencana (Khashoggi) dan bahwa mereka harus bertindak melawannya? Informasi itu berasal dari teknologi yang dikembangkan oleh NSO," kata Snowden mengatakan pada peserta konferensi, seperti dilaporkan dari harian bisnis Israel Globes.

    Warisan Snowden bagi Jurnalisme

    Snowden menuduh NSO menjual alat pencurian digital dan tidak hanya digunakan untuk menangkap penjahat dan menghentikan serangan teroris, bukan hanya untuk menyelamatkan nyawa, tetapi untuk menghasilkan uang..hingga mengorbankan nyawa," kata Snowden, dikutip dari Jerusalem Post.

    Perusahaan Israel yang dimaksud Snowden adalah NSO Group Technologies, yang dikenal telah mengembangkan spyware "Pegasus" yang dapat digunakan menginfeksi ponsel target dan kemudian mengembalikan data yang diakses oleh perangkat dari jarak jauh.

    Baca: Bagian Tubuh Jamal Khashoggi Ditaruh Dalam 5 Koper, Lalu...

    Meskipun NSO mengklaim bahwa produknya dilisensikan hanya kepada lembaga pemerintah yang sah untuk tujuan menyelidiki dan mencegah kejahatan dan teror, ini bukan pertama kalinya perangkat lunak Pegasusnya telah digunakan oleh Arab Saudi untuk melacak pengkritik kerajaan Saudi.

    Dalam foto yang dirilis 25 Agustus 2016, menunjukan perusahaan Grup NSO Israel yang memiliki kantor sampai beberapa bulan yang lalu di Herzliya, Israel. Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan bahwa seorang anggota stafnya ditargetkan oleh spyware buatan Israel dari NSO Group.[AP Photo / Daniella Cheslow]

    Pada Oktober terungkap bahwa Arab Saudi menggunakan perangkat lunak Pegasus untuk menguping percakapan Omar Abdulaziz, seorang kritikus terkemuka pemerintah Saudi di media sosial.

    Pengungkapan itu dibuat oleh kelompok peneliti Kanada, Citizen Lab, yang menemukan bahwa spyware itu telah digunakan untuk meretas iPhone Abdulaziz antara Juni dan Agustus 2018. Direktur Citizen Lab Ron Deibert menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan Arab Saudi akan menjadi penyadapan ilegal.

    Baca: Jamal Khashoggi Tewas, PM Israel Minta AS Tetap Dukung MBS

    Sebuah laporan terpisah oleh Citizen Lab pada September menemukan ekspansi signifikan penggunaan Pegasus di organisasi negara-negara Teluk Arab (GCC), khususnya Uni Emirat Arab, Bahrain dan Arab Saudi.

    Citizen Lab menambahkan bahwa pada Agustus 2016, aktivis hak asasi manusia Emirat Ahmed Mansoor menjadi sasaran spyware Pegasus.

    Komentar Snowden ini muncul kurang dari seminggu setelah laporan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta Amerika Serikat untuk terus mendukung Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman atas kasus Jamal Khashoggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.