Kamis, 22 November 2018

Pemilu 2019, Keluarga dan Sekutu Thaksin Shinawatra Bentuk Parpol

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Thailand haksin Shinawatra menyampaikan pesan kepada pendukungnya lewat video. AP Photo

    Mantan Perdana Menteri Thailand haksin Shinawatra menyampaikan pesan kepada pendukungnya lewat video. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga dan para sekutu mantan perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra dan adiknya, Yingluck Shinawatra mendirikan partai politik baru untuk bertarung meraih lebih banyak kursi dalam pemilu yang digelar pada awal tahun depan.

    Partai baru yang diberi nama Thai Raksa Chart beranggotakan Thaksin keponakan dan sepupu Yingluck dan generasi muda klan dari sekutu-sekutu politik Thaksin.

    Baca: Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Dakwaan

    Partai ini akan dipimpin mantan anggota parlemen dari partai Puea Thai, Preechapol Pongpanich.

    "Ini strategi politik Puea Thai dengan sistem pemilihan baru untuk meraih kursi lebih banyak," kata ahli politik Yuttaporn Issarachai kepada Reuters, Rabu, 7 November 2018.

    Menurut Yuttaporn, partai baru ini juga akan menopang Puea Thai dibubarkan. Partai Puea Thai dibubarkan setelah junta memerintahkan Komisi Pemilihan menyelidiki apakah Thaksin masih mengendalikan Puea Thai.

    Baca: Thaksin Shinawatra Akan Perjuangkan Demokrasi Thailand

    Thaksin, mantan taipan telekomunikasi Thailand digulingkan dari kursi perdana menteri saat kudeta terjadi tahun 2006. Ia melarikan diri sebagai eksil atas pilihan sendiri untuk menghindari hukuman atas tuduhan korupsi tahun 2008 karena kasus itu bermotifkan politik. Dia menghadapi dua dakwaan korupsi dari tahun 2008 hingga 2012.

    Adiknya, Yingluck juga meninggalkan Thailand pada Agustus tahun lalu sebelum pengadilan menjatuhkan hukuman bersalah padanya terkait penyalahunaan skema bantuan beras buat orang miskin saat dirinya sebagai perdana menteri. Yingluck dijatuhi hukuman 5 tahun penjara tanpa hadir di persidangan.

    Baca: Thaksin Tweet 'Tirani' Montesquieu Kritik Junta Militer Thailand  

    Selama satu dekade lalu, partai yang terhubung dengan Thaksin Shinawatra telah memenangkan setiap pemilu. Namun konstitusi baru pemerintahan militer Thailand bermaksud melemahkan partai-partai politik besar dengan memotong kursi konstituen di provinsi yang dulunya didominasi Thaksin. Namun Thaksin tetap sangat populer terutama di pedesaan di provinsi-provinsi bagian timur Thailand.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.