Kamis, 22 November 2018

Organisasi Muslim Belanda Desak Twitter Blokir Geert Wilders

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Geert Wilders, politikus Belanda.  BRENDAN SMIALOWSKI/AFP/Getty Images

    Geert Wilders, politikus Belanda. BRENDAN SMIALOWSKI/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Masjid Turki di Belanda secara resmi meminta Twitter agar memblokir akun politisi anti-Islam Geert Wilders.

    Federasi Kebudayaan Islam Turki (TICF), yang mengawasi 144 masjid di Belanda, mengatakan Wilders telah melanggar aturan perilaku platform sosial dengan mengunggah ujaran kebencian.

    Baca: Taliban Serukan Serang Pasukan Belanda, Kontes Kartun Nabi Batal

    Surat itu sendiri merujuk pada contoh spesifik dari tweet Wilders, termasuk satu dari 15 Maret yang menyebut Islam sebagai teror, misogini, homofobia, pembunuhan demi kehormatan, menyiksa hewan, ketidakadilan,perbudakan, mematikan, dan banyak lagi, yang disampaikan Geert Wilders dalam konten video berdurasi dua menit.

    Surat itu juga merujuk sebuah tweet dari September 2017, di mana Wilders merujuk Nabi Muhammad sebagai pedofil, pembunuh massal, teroris dan maniak. Tweet yang sama mencakup penggambaran Nabi Muhammad, keputusan kontroversial karena merepresentasikan visual Nabi Muhammad yang dilarang dalam Islam.

    Di Facebook, federasi mengatakan akan mengeksplorasi opsi hukum jika Twitter menolak permintaannya untuk menangguhkan Wilders.

    "Dia menyakiti 1,2 juta Muslim di Belanda dengan pernyataannya. Dia menyalahgunakan kebebasan berekspresi. Pernyataan-pernyataannya sekarang melampaui batas," kata pernyataan federasi.

    Baca: PM Belanda Rutte Sebut Kontes Kartun Nabi Ala Wilders Provokasi

    Menanggapi surat federasi pada Senin 5 November, Wilders mengunggah potret dirinya dengan lakban menutupi mulutnya, menunjukkan dia merasa dibungkam oleh larangan. Foto Geert Wilders di-tweet empat kali dengan disertai kata "Never" di atas foto dalam bahasa Inggris, Belanda, Arab dan Turki.

    Dilansir dari NL Times, TICF juga berencana untuk mengajukan tuntutan terhadap Twitter atas Geert Wilders di empat negara Islam lain, di antaranya Turki, Maroko, Pakistan dan Indonesia.

    Di negara-negara itu, banyak pernyataan Wilders yang dapat dihukum, kata Ejder Kose, kuasa hukum TICF.

    Baca: Politisi Belanda Anti-Islam, Ini 7 Fakta Geert Wilders

    "Twitter menawarkan Geert Wilders platform untuk menyebarkan propaganda kebenciannya di seluruh dunia. Ini berarti bahwa tidak hanya Wilders, tetapi juga Twitter, yang dapat dihukum di negara-negara tersebut. Dunia lebih besar dari Belanda," kata pengacara TICF.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.