Kamis, 22 November 2018

Dilelang, Surat Bunuh Diri Penyair Prancis Ini Laku Rp 4,9 Miliar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat bunuh diri Charles Baudelaire.[MB/Osenat via Euronews]

    Surat bunuh diri Charles Baudelaire.[MB/Osenat via Euronews]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah surat bunuh diri yang ditulis oleh penyair Prancis abad ke-19 Charles Baudelaire, dijual di lelang seharga 234.000 euro atau Rp 3,9 miliar. Harga ini tiga kali lipat dari harga jual yang ditawarkan.

    Surat itu ditulis oleh seorang pria, penyair berusia 34 tahun yang depresi dan tertekan secara keuangan kepada kekasihnya Jeanne Duval pada Juni 1845.

    Baca: Kursi Roda Hingga Tesis Stephen Hawking Akan Dilelang

    "Ketika Anda menerima surat ini saya akan mati...Saya bunuh diri karena saya tidak bisa melanjutkan hidup, saya tidak bisa lagi menanggung cobaan tertidur atau bangun lagi," tulisnya, seperti dilansir dari Russia Today, 6 November 2018.

    Penyair itu menikam dirinya sendiri di dada pada hari yang sama saat surat itu ditulis, tetapi selamat dan hidup selama 22 tahun sampai ia meninggal karena sifilis pada 1867 di usia 46 tahun.

    Potret Charles Baudelaire pada 1863.[britannica.com]

    Surat itu dibeli oleh seorang kolektor pribadi pada Minggu 4 November di rumah lelang Osenat, yang menjual serangkaian surat dan karya asli penyair. Baudelaire paling terkenal di luar Prancis karena koleksi puisi "Les Fleurs du Mal" (Bunga-Bunga Jahat).

    Baca: Lukisan Banksy Seharga Rp 22 Miliar Rusak Sendiri Usai Pelelangan

    Dilansir dari Poets.org, puisi Les Fleurs du Mal Baudelaire terinspirasi perasaan jatuh cintanya pada Jeanne Duval, yang mengilhami bagian "Black Venus" dari Les Fleurs du mal.

    Charles Baudelaire. [Freedom From Religion Foundation]

    Les Fleurs du mal, dengan konten seksualnya yang eksplisit dan pemaparan kecantikan perempuan kota, memberikan julukan kepada Baudelaire sebagai maudit poori atau penyair terkutuk.

    Pada 1862, Baudelaire mulai menderita mimpi buruk dan kesehatannya semakin buruk. Dia meninggalkan Paris ke Brussels pada 1863 untuk memberikan serangkaian ceramah, tetapi menderita beberapa stroke yang mengakibatkan kelumpuhan parsial.

    Baca: Demi Kuliah di Cambridge, Model Italia Lelang Keperawanannya

    Pada 31 Agustus 1867, di usia empat puluh enam, Charles Baudelaire meninggal di Paris. Meskipun dokter pada saat itu tidak menyebutkan penyebab kematian, kemungkinan sifilis adalah penyakit terakhir sang penyair Prancis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.