Rabu, 21 November 2018

Facebook Hapus 115 Akun Mencurigakan Sebelum Pemilu Sela AS

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penyebaran Hoax di Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    Ilustrasi Penyebaran Hoax di Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook menghapus 115 akun setelah pihak berwenang Amerika Serikat melaporkan perilaku yang mencurigakan yang diduga terkait dengan pihak asing beberapa jam sebelum pemilu sela AS.

    Facebook mengatakan perlu melakukan analisis lebih lanjut untuk memutuskan apakah akun tersebut terhubung ke Badan Riset Internet Rusia atau grup lain.

    Baca: Pemilu Sela di AS, Apa Yang Disorot Jerman dan Eropa?

    Amerika Serikat menuduh badan pemerintah Rusia ikut campur dalam politik AS dengan unggahan media sosial dimaksudkan untuk menyebarkan informasi yang salah dan memicu perselisihan publik.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Ibu Negara Melania Trump membagikan permen Halloween trick or treaters di Gedung Putih, Washington, 29 Oktober 2018. REUTERS/Joshua Roberts

    85 akun yang dihapus mengunggah konten dalam bahasa Inggris di Instagram dan 30 lainnya mengunggah materi di Facebook dan terkait dengan halaman dalam bahasa Prancis dan Rusia. Beberapa akun ini fokus pada materi selebritas dan debat politik.

    Kepala Kebijakan Keamanan Facebook Nathaniel Gleicher menyampaikan penghapusan akun merupakan aduan dari penegak hukum AS pada minggu malam 4 November 2018.

    Baca: AS Alokasikan Rp 600 Miliar untuk Lawan Propaganda Rusia dan Cina

    Pemilihan sela AS tahun ini adalah momen penting bagi Partai Republik dan Demokrat dan karena akan berdampak pada kemampuan kongres untuk meneruskan atau menolak agenda Presiden Donald Trump.

    "Amerika harus menyadari bahwa aktor asing, dan Rusia khususnya, terus mencoba untuk mempengaruhi sentimen publik dan persepsi pemilih melalui tindakan yang dimaksudkan untuk menabur perselisihan, termasuk melalui media sosial," ungkap pernyataan pemerintah federal pada Senin 5 November.

    Baca: Hillary Clinton Pastikan Tak Maju Pemilu Presiden Amerika 2020

    Facebook dan layanan media sosial lainnya mengatakan mereka sekarang lebih waspada terhadap campur tangan asing dan potensi gangguan pemilihan sela Amerika Serikat kali ini, setelah menduga ada campur tangah Rusia dalam pemilihan presiden AS dua tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.