Selasa, 20 November 2018

Ada Sanksi lagi, Berikut 5 Konflik Amerika dan Iran

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iran Pasok 200 Ribu Barel Minyak

    Iran Pasok 200 Ribu Barel Minyak

    TEMPO.CO, Washington – Pemerintah Amerika Serikat memberikan pengecualian terhadap delapan negara terkait impor minyak bumi dari Iran.

    Baca:

     

    Ini artinya negara-negara ini, yang belum diumumkan namanya, masih bisa membeli minyak bumi dari Iran dan tidak terkena sanksi dari AS.

    Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan Presiden Donald Trump akan melakukan tekanan maksimal mulai pada Senin, 5 November 2018 waktu setempat.

    “Seluruh dunia memahami sanksi ini nyata,” kata Pompeo seperti dilansir Time mengutip wawancara Fox News Sunday, Ahad, 4 November 2018.

    Time melansir beberapa negara yang kemungkinan mendapat pengecualian dari sanksi AS adalah India, Jepang, Korea Selatan, dan Cina.

    Baca:

     

    Menurut Pompeo, negara-negara ini membutuhkan waktu untuk menurunkan impor minyak dari Iran hingga nol.

    Keputusan pemerintahan Trump untuk memberikan pengecualian sanksi mendapat kecaman dari kelompok lobi United Against Nuclear Iran, yang dipimpin bekas Senator Joe Lieberman.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AP Photo/Jeff Roberson, REUTERS/Lisi Niesner

    “Pengecualian luas diberikan terkait sanksi Iran. Apa yang terjadi dengan tekanan maksimum. Mereka menyerah,” begitu cuit kelompok itu lewat akun @UANI pada 3 November 2018.

    Baca:

     

    Berikut ini 5 konflik AS dan Iran, yang berlangsung hingga era 50an seperti dirangkum New York Times dan Aljazeera:

    1. 20 Agustus 1953

    Badan Intelijen Pusat CIA dan intelijen Inggris merancang upaya kudeta terhadap PM Iran, Mohammed Mossadegh, karena adanya kedekatan PM dengan Uni Sovyet dan terkait nasionalisasi perusahaan minyak asing. Ini menjadikan Shah Iran, Mohammed Reza Pahlavi, sebagai raja otoriter di Iran.

     

    1. 16 Januari 1979

    Shah Iran, yang didukung Barat, dijatuhkan lewat Revolusi Islam, yang dipimpin oleh Ayatullah Khameini. Shah melarikan diri ke Mesir. Hingga kini, Republik Islam Iran masih berjalan.

    Baca:

     
    1. 4 November 1979

    Mahasiswa Iran menyandera 63 orang staf kedubes AS di Teheran. Mereka mendesak AS menyerahkan Shah agar menjalani pengadilan di Iran. Penyanderaan ini berlangsung selama 444 hari.

    1. 3 Juli 1988

    Pesawat Iran Air dengan nomor penerbangan 655 ditembak jatuh oleh USS Vincennes di Teluk dan menewaskan 290 orang penumpang.

    1. 6 Agustus 1996

    Presiden AS, Bill Clinton, mengenakan sanksi perdagangan minyak terhadap Iran dengan alasan Teheran menjadi sponsor terorisme dan mencoba memperoleh senjata pemusnah massal. Clinton juga mengenakan sanksi bagi perusahaan asing yang berinvestasi lebih US$40 juta atau sekitar Rp600 miliar per tahun di Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.