Rabu, 21 November 2018

Trump Mengaku Yakin Amerika dan Cina Bakal Akur Soal Perdagangan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump bersama dengan Presiden Cina Xi Jinping, saat upacara penyambutan di Beijing, Cina, 9 November 2017. REUTERS/Thomas Peter

    Presiden Donald Trump bersama dengan Presiden Cina Xi Jinping, saat upacara penyambutan di Beijing, Cina, 9 November 2017. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.COWashington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan ada banyak kemajuan dibuat dengan Cina terkait isu perdagangan. Dia memprediksi kedua negara ekonomi terbesar dunia ini bakal mencapai kesepakatan yang bagus.

    Baca:

     

    “Kami memiliki diskusi yang baik dengan Cina. Kami semakin dekat untuk melakukan sesuatu,” kata Trump seperti dilansir Reuters pada Sabtu, 3 November 2018. “Mereka sangat ingin membuat kesepakatan.”

    Menurut Trump,”Kita akan membuat kesepakatan dengan Cina. Dan saya kira ini akan menjadi kesepakatan yang sangat adil bagi semua.”

    Baca:

     

    Seperti dilansir CNBC dan CNN sebelumnya, Amerika dan Cina terlibat perang dagang yang semakin serius sejak Juli 2018. Kedua negara telah mengenakan tarif impor atas barang dari masing-masing dengan tarif berkisar 10 – 25 persen seperti baja, alumunium, produk pertanian dan elektronik.

    Trump telah memerintahkan pengenaan tarif hingga US$250 miliar atau sekitar Rp3.700 triliun atas impor dari Cina. Sedangkan Cina membalas dengan menyasar impor dari AS sekitar US$110 atau sekitar Rp1.700 triliun. Jika kesepakatan tidak tercapai, kedua negara akan berlanjut dalam konflik perdagangan yang lebih besar lagi.

    Baca:

     

    AS menuding Cina mencuri berbagai teknologi dari perusahaan negara itu. Cina juga dituding menerapkan praktek perdagangan tidak adil selama ini, yang membuat AS mengalami defisit ratusan miliar dolar atau ribuan triliun tiap tahun.

    AS dan Cina juga terlibat konflik militer di Laut Cina Selatan dengan kedua negara bersiap untuk mengerahkan kapal perang masing-masing. Pada pekan lalu, Presiden Cina, Xi Jinping, memerintahkan Komando Selatan militer Cina untuk bersiap perang menyusul kunjungan dua kapal perang AS ke Selat Taiwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.