Rabu, 21 November 2018

Presiden Bolsonaro Akan Pindahkan Kedubes Brazil ke Yerusalem

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Brazil, Jair Bolsonaro, berbicara dengan wartawan di Kongres Nasional di Brasilia, Brasil 4 September 2018. [REUTERS / Adriano Machado]

    Calon presiden Brazil, Jair Bolsonaro, berbicara dengan wartawan di Kongres Nasional di Brasilia, Brasil 4 September 2018. [REUTERS / Adriano Machado]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Brazil terpilih Jair Bolsonaro mengatakan ingin memindahkan kedutaan Brazil di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

    "Seperti yang dinyatakan sebelumnya selama kampanye kami, kami bermaksud untuk memindahkan Kedutaan besar Brazil dari Tel Aviv ke Yerusalem. Israel adalah negara berdaulat dan kami akan menghormati itu," tulis Bolsonaro di Twitter, dikutip dari Haaretz, 2 November 2018.

    Baca: Jair Bolsonaro, Pemenang Pilpres Brasil Pendukung Militerisme

    Bolsonaro membuat pernyataan serupa dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Israel, Israel Hayom, yang diterbitkan pada Jumat 2 November.

    "Israel adalah negara yang berdaulat. Jika Anda memutuskan modal Anda, kami akan melanjutkannya," kata Bolsonaro.

    Baca: Capres Brazil Ditikam saat Kampanye, Siapa Jair Bolsonaro?

    Bolsonaro menambahkan bahwa Israel dapat mengandalkan suara Brazil di PBB, dan mengisyaratkan bahwa ia akan mengubah status kedutaan Palestina di Brazil.

    "Palestina harus menjadi negara yang berdaulat terlebih dahulu jika ingin kedutaan," kata Bolsonaro, dan menambahkan dirinya akan menutup kedutaan besar Palestina di Brazil, seperti dikutip dari Russia Today.

    Calon presiden Brazil, Jair Bolsonaro, sebelum ditikam selama kampanye di Juiz de Fora, Brazil, Kamis, 6 September 2018. (Antonio Scorza / Agencia O Globo melalui AP)

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi pernyataan Bolsonaro di Twitter. Seorang pejabat Israel mengatakan Benjamin Netanyahu kemungkinan besar akan menghadiri pelantikan Bolsonaro pada 1 Januari.

    Bolsonaro memenangkan 55 persen suara pada Minggu 28 Oktober. Kemenangan Jair Bolsonaro menjadikan Brazil, sebagai negara demokrasi terbesar keempat di dunia, mengarah ke kubu kanan setelah empat pemilihan Brazil berturut-turut di mana kandidat dari Partai Pekerja berhaluan kiri menang.

    Baca: Turnbull Sebut Relokasi Kedubes Australia ke Yerusalem Beresiko

    Israel menyambut baik kemenangan sayap kanan Bolsonaro dalam pemilihan presiden pekan lalu. Netanyahu mengucapkan selamat kepada Bolsonaro dan mengatakan dia yakin bahwa kemenangannya akan mengarah pada persahabatan yang hebat antara kedua bangsa dan untuk memperkuat hubungan antara Brazil dan Israel.

    "Saya mengucapkan selamat kepada teman saya, Presiden Brazil terpilih, Jair Bolsonaro, karena niatnya untuk memindahkan kedutaan Brazil ke Yerusalem, sebuah langkah bersejarah, benar dan sangat baik!" kicau PM Israel Benjamin Netanyahu di Twitter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.