Soal Jamal Khashoggi, Pangeran: Sama Seperti Membunuh Kemanusiaan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Turki Al Faisal. [ASHARQ AL-AWSAT]

    Pangeran Turki Al Faisal. [ASHARQ AL-AWSAT]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menanggapi kematian Jamal Khashoggi, Pangeran Arab Saudi Turki Al Faisal, mengatakan dengan mengutip ayat Al Quran bahwa membunuh orang tidak bersalah sama saja membunuh seluruh kemanusiaan.

    Pangeran Turki telah mengutip Surat Al-Maidah ayat 32 yang menyebut "Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya".

    Baca: Mohammed bin Salman Sudah Incar Jamal Khashoggi Selama 3 Tahun

    Pernyataan ini disampaikan saat Pangeran Turki berpidato pada KTT Arab-US Policymakers Conference ke-27 di National Council on US-Arab Relations, Washington, AS, pada Rabu 1 November 2018, dilaporkan The National.

    Pangeran Turki Al-Faisal. [http://qswownews.com]

    Mantan duta besar Saudi untuk AS membahas pembunuhan Jamal Khashoggi yang merupakan eks orang dalam pemerintah, yang menjadi pengkritik kerajaan yang dipegang Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

    "Memutus hubungan kami atas masalah ini tidak sehat sama sekali. Arab Saudi berkomitmen untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Jamal Khashoggi dan siapa saja yang gagal menegakkan hukum. Keadilan akan berjalan dengan sendirinya," katanya.

    Baca: 4 Kesaksian Hatice Cengiz atas Kematian Jamal Khashoggi

    Jamal Khashoggi pernah bekerja dengan Pangeran Turki sebagai penasihat media antara 2003 dan 2007 ketika dia menjadi duta besar Arab Saudi di Inggris dan kemudian di AS.

    Jaksa Agung Saudi Saud Al Mojeb, yang telah mengawasi penyelidikan atas pembunuhan itu, mengunjungi Istanbul pekan ini untuk membahas kasus tersebut dengan Turki.

    Sejumlah jurnalis freelance Indonesia melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Aksi ini menuntut kejelasan atas hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Putra Mahkota Mohammed bin Salman secara terbuka mengecam pembunuhan dan menyebutnya sebagai tindakan menjijikan. Para pejabat Saudi mengatakan kematian Jamal Khashoggi adalah pembunuhan tidak resmi yang dilakukan oleh pejabat keamanan tanpa sepengetahuan pemimpin negara.

    Baca: Jaksa Penuntut: Jamal Khashoggi Diduga Dicekik Sebelum Dimutilasi

    Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al Jubeir, menyampaikan bahwa enam orang telah diberhentikan sebagai bagian dari penyelidikan Saudi.

    Jaksa Agung Turki Irfan Fidan mengatakan Jamal Khashoggi dicekik setelah dia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober dan tubuhnya dimutilasi sebelum dibuang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.