Soal Nuklir, Korea Utara Siap Sambut Tim Pengamat Asing

Reporter

Suasana saat situs uji coba bom nuklir Punggye-ri diledakkan untuk dihancurkan, di Provinsi Hamgyong Utara, Korea Utara, 24 Mei 2018. Pemerintah Korea Utara, yang dipimpin Kim Jong Un, menepati janjinya untuk menghancurkan situs uji coba bom nuklir Punggye-ri sebagai langkah untuk menurunkan ketegangan di Semenanjung Korea. News1/Pool via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara sedang mempersiapkan sejumlah tempat uji coba nuklir dan rudal untuk dilakukannya inspeksi oleh tim pemeriksa dari luar negeri. Namun belum ada pergerakan besar di Yongbyon, sebuah pusat riset ilmiah nuklir Korea Utara. 

Kim Min-ki, anggota parlemen dari Partai Demokrat, sebuah partai berkuasa di Korea Selatan mengatakan pihaknya telah melakukan observasi pada apa yang mereka yakini sebagai persiapan untuk inspeksi. Aktivitas persiapan ini terlihat jelas di tempat uji coba nuklir Punggye-ri dan area peluncuran Sohae Satellite.      

Baca: Ingkar Janji, Korea Utara Belum Hentikan Program Senjata Nuklir

“Agen Intelijen Nasional Korea Selatan telah mengobesrvasi adanya sejumlah aktvitas persiapan bagi kemungkinan kunjungan tim inspeksi asing, namun tidak ada pergerakan besar yang terlihat di Yongbyon,” kata Kim, seperti diwartakan kantor berita Yonhap, Rabu, 31 Oktober 2018.

Baca: Intelijen AS: Situs Nuklir Rahasia Korea Utara Masih Beroperasi 

Korea Utara telah menghentikan uji coba rudal dan nuklir dalam setahun terakhir. Akan tetapi, negara itu pada Mei 2018 tidak mengizinkan tim inspeksi asing melihat pembongkaran pada tempat uji coba nuklir Punggye-ri. Tindakan ini menuai kritikan dan memunculkan dugaan bahwa tindakan ini bukan untuk menghancurkan pusat-pusat uji coba nuklir dan rudal Korea Utara, tetapi sebaliknya.

Seorang tentara Korea Utara sedang menjelaskan kepada para jurnalis proses penghancuran situs uji coba nuklir Punggye-ri di Gunung Mantap, Kamis, 24 Mei 2018. Yonhap via Korea Herald

Sebelumnya pada September 2018, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, berjanji dalam pertemuannya dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, akan mengizinkan tim ahli memantau proses pembongkaran mesin uji coba di Punggye-ri dan sebuah landasan peluncuran rudal. Dalam kesempatan itu, Moon memastikan Pyongyang sudah setuju untuk mengizinkan tim pemantau internasional menyaksikan sebuah pembongkaran permanen di fasilitas-fasilitas kunci Korea Utara, termasuk Yongbyon. 

Tindakan itu diambil Pyongyang sebagai balasan atas langkah pelonggaran embargo yang diambil oleh Amerika Serikat. Washington saat ini menuntut agar fasilitas-fasilitas uji coba nuklir dan rudal Korea Utara dipublikasi. Negara itu pun menginginkan adanya pernyataan resmi berakhirnya perang Korea.       






AS Unjuk Kekuatan, Korea Utara Ancam Jadikan Semenanjung Zona Perang Besar

16 jam lalu

AS Unjuk Kekuatan, Korea Utara Ancam Jadikan Semenanjung Zona Perang Besar

Korea Utara ancam ubah Semenanjung Korea menjadi "zona persenjataan perang besar dan zona perang yang lebih kritis" setelah AS gelar latihan perang


Rusia Menuduh Kyiv Bertanggung Jawab atas Serangan Rumah Sakit di Donbass

3 hari lalu

Rusia Menuduh Kyiv Bertanggung Jawab atas Serangan Rumah Sakit di Donbass

Rusia menuding Kiev dan sekutunya dari negara-negara Barat bertanggung jawab atas hancurnya sebuah rumah sakit umum di Kota Donbass


Adik Kim Jong Un Membela Rusia, Kecam Pengiriman Tank AS ke Ukraina

5 hari lalu

Adik Kim Jong Un Membela Rusia, Kecam Pengiriman Tank AS ke Ukraina

Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong menyatakan Korea Utara membela Rusia. Ia mengecam pengiriman tank AS ke Ukraina.


Peroleh Tank Leopard 2 dari Jerman, Ukraina Dihujani Rudal Rusia

7 hari lalu

Peroleh Tank Leopard 2 dari Jerman, Ukraina Dihujani Rudal Rusia

Rusia meluncurkan rentetan rudal ke Ukraina, sehari setelah Kyiv mengamankan janji Barat untuk memperoleh puluhan tank medan perang modern Leopard 2


Korea Utara Kunci Ibu Kota Pyongyang, Akibat Lonjakan Kasus COVID-19?

8 hari lalu

Korea Utara Kunci Ibu Kota Pyongyang, Akibat Lonjakan Kasus COVID-19?

Korea Utara memerintahkan penguncian wilayah (lockdown) di ibu kota Pyongyang selama lima hari karena meningkatnya kasus penyakit pernapasan


NASA Uji Coba Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir pada 2027

8 hari lalu

NASA Uji Coba Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir pada 2027

proyek NASA ini bagian dari upaya jangka panjang untuk menunjukkan metode yang lebih efisien dalam mendorong astronot ke Mars di masa depan.


Kim Jong Un Krisis Paruh Baya hingga Sering Menangis Sendiri

11 hari lalu

Kim Jong Un Krisis Paruh Baya hingga Sering Menangis Sendiri

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang dilanda krisis paruh baya hingga sering berbuat aneh.


Torpedo Nuklir Poseidon Rusia: Daya Ledak, Jangkauan, dan Kehancuran

12 hari lalu

Torpedo Nuklir Poseidon Rusia: Daya Ledak, Jangkauan, dan Kehancuran

Besarnya dan kecepatan Poseidon tak tertandingi torpedo manapun milik NATO. Apa yang terjadi jika menghantam New Yor City?


Sekutu Putin: Perang Nuklir Terjadi jika Rusia Kalah di Ukraina

13 hari lalu

Sekutu Putin: Perang Nuklir Terjadi jika Rusia Kalah di Ukraina

Orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Medvedev, memperingatkan NATO bahwa kekalahan Moskow di Ukraina dapat memicu perang nuklir di Eropa.


Korban Rudal Rusia di Dnipro Jadi 40 Tewas, Puluhan Belum Ditemukan

17 hari lalu

Korban Rudal Rusia di Dnipro Jadi 40 Tewas, Puluhan Belum Ditemukan

Korban tewas akibat serangan rudal Rusia di kota Dnipro, Ukraina, naik menjadi 40 pada hari Senin dengan puluhan lainnya belum ditemukan