Desa Waitaki di Selandia Baru Ditawarkan Seharga Rp 43 Miliar

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desa Danau Waitaki di Selandia Baru. Times Now

    Desa Danau Waitaki di Selandia Baru. Times Now

    TEMPO.COSelandia Baru – Sebuah desa terpencil di Selandia Baru dijual dengan harga US$2.8 juta atau sekitar Rp43 miliar.

    Baca:

     

    Desa ini dibangun pada 1930 untuk menjadi tempat tinggal bagi para pekerja pembuat sebuah waduk di sekitar lokasi. Setelah waduk beroperasi secara otomatis pada 1989, desa ini mulai sepi dari penduduk.

    “Desa ini terletak di ujung waduk Waitaki dan memiliki delapan rumah dengan tiga kamar tidur,” begitu dilansir Times Now pada Rabu, 30 Oktober 2018 waktu setempat.

    Baca:

     

    Selain itu, ada sebuah restoran, hak pengelolaan air tawar, sembilan garasi, sebuah pondok, dan 14 hektar lahan.

    Tidak hanya desa ini yang dijual tapi Danau Waitaki juga telah dijual ke seorang pembeli swasta.

    Pemerintah Selandia Baru, selama ini melarang orang asing untuk membeli berbagai properti di negara itu. Ini karena pemerintah Selandia Baru ingin melarang orang asing membeli rumah tinggal di sana.

    Baca:

     

    Desa Waitaki ini memiliki sejarah unik dalam perjalanannya. Ada sekitar 40 staf dan keluarganya yang beraktivitas dalam pengelolaan waduk saat teknologi otomatis belum diterapkan.

    Selain itu, ada 1200 pekerja juga pernah tinggal di sana saat merampungkan pengerjaan waduk. Waduk Waitaki ini juga merupakan waduk terakhir yang dibangun menggunakan teknologi sederhana seperti cangkul.

    Baca:

     

    Mayoritas warga yang awalnya tinggal di sini mulai bertransmigrasi ke kota. Dengan tren urbanisasi di Selandia Baru, dan pemerintah melarang orang asing membeli lahan ini, maka akan menarik untuk melihat siapa orang lokal yang mau membeli desa terpencil itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.