Rabu, 21 November 2018

5 Serangan Supremasi Kulit Putih ke Orang Yahudi dan Sinagoga

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang demonstran memukuli supremasi kulit putih saat demonstrasi di Charlottesville, Virginia, AS, 12 Agustus 2017. REUTERS

    Seorang demonstran memukuli supremasi kulit putih saat demonstrasi di Charlottesville, Virginia, AS, 12 Agustus 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Washington - Lembaga swadaya masyarakat Anti-Defamation League, yang fokus melawan sikap anti-semit, mencatat sejumlah gangguan oleh kelompok supremasi kulit putih terhadap orang Yahudi dan sinagoga.

    Baca:

     

    “Selama dua dekade terakhir, kelompok supremasi kulit putih menarget komunitas Yahudi di Amerika Serikat lewat tindakan terorisme, konspirasi dan plot,” begitu dilansir di laman situs ADL.org pada 14 April 2014.

    Serangan menggunakan sentimen kelompok supremasi kulit putih ini menjadi sorotan setelah terjadi serangan ke Sinagoga Tree of Life di Pittsburgh, Pennsylvania pada Sabtu, 27 Oktober 2018.

    Serangan yang dilakukan oleh Robert Bowers, 46 tahun ini, didului teriakan bahwa dia ingin semua orang Yahudi mati. Dia menuding “orang-orangnya” menderita akibat masuknya orang Yahudi ke AS. “Keberagaman adalah hingga orang kulit putih terakhir dikejar-kejar,” begitu cuitan Bowers di salah satu jejaring sosial Gab seperti dilansir Reuters pada 28 Oktober 2018 waktu setempat.

    Baca:

    Pria Bersenjata Api Tembaki Sinagog, 11 Jamaah Yahudi Tewas

    Berikut ini sejumlah serangan yang diduga dilakukan orang-orang yang menganut  sentimen supremasi kulit putih terhadap orang Yahudi berdasarkan catatan ADL:

    1. Overland Park, Kansar, 2014

    Polisi menangkap seorang penganut sentimen supremasi kulit putih yang telah dikenal lama yaitu Frazier Glenn Miller karena menembaki dua gedung institusi di Kansas City dan menyebabkan jatuh korban tiga orang.

    1. Washington, Oregon, California, 2011

    Dua orang pendukung supremasi kulit putih David Pedersen dan Holly Grigsby telribat pembunuhan lintas negara bagian dengan empat korban tewas di tiga negara bagian. Pedersen, dalam pengadilan, mengaku menyerang seorang lelaki karena meyakini orang itu Yahudi, dan seorang lainnya karena berkulit hitam. Setelah tertangkap, Grigsby mengaku dia dan Pedersen sedang dalam perjalanan di Sacramento, California, karena ingin membunuh lebih banyak orang Yahudi.

    Baca:

    ADL Kecam Penembakan Massal Sinagoga, Terburuk dalam Sejarah AS

    1. Brockton, Massachusetts, 2009

    Keith Luke, yang mendukung sentimen supremasi kulit putih, membunuh dua imigran di Cape Verdean, dan membunuh orang ketiga. Kepada polisi, Luke mengaku berencana pergi ke sinagoga lokal pada sore hari untuk membunuh sebanyak mungkin orang Yahudi lalu akan bunuh diri. Dia divonis pembunuhan tingkat pertama pada 2013.

    1. Washington, DC, 2009

    James Von Brunn, yang dikenal sebagai pendukung sentimen supremasi kulit putih, menembakkan senapan di dalam Museum Memorial Holocaust di Amerika Serikat. Dia menewaskan seorang penjaga sebelum tertembak penjaga lainnya. Von Brunn tewas sebelum menjalani persidangan.

    Baca:

    Penembakan di Sinagoga, Korban Tewas Mulai Dimakamkan

     
    1. Oklahoma City, 2004

    Anggota kelompok Aryan Nations, Sean Michael Gillespie, mengebom sebuah sinagoga di Oklahoma City dengan bom molotov. Serangan ini bagian dari 14 serangan yang direncanakan. Angka 14 menjadi penting bagi kelompok supremasi kulit putih karena menjadi singkatan dari slogan “14 Kata” yaitu “We must secure the existence of our people and a future for white children”. Dia mengirim surat ke sebuah kuil Yahudi berisi pernyataan kebencian terhadap orang Yahudi. Dia juga menyatakan keinginannya untuk mengobarkan “prang suci rasial”.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.