Selasa, 20 November 2018

Peran Perempuan di Gereja Bakal Diperluas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan biarawati dan umat Katolik hadir dalam misa umum yang dipimpin langsung oleh Paus Fransiskus di taman Suhrawardy Udyan, Dhaka, Bangladesh, 1 Desember 2017. AP

    Ratusan biarawati dan umat Katolik hadir dalam misa umum yang dipimpin langsung oleh Paus Fransiskus di taman Suhrawardy Udyan, Dhaka, Bangladesh, 1 Desember 2017. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan para uskup Katolik di Vatikan yang berakhir pada Sabtu, 27 Oktober 2018, sepakat agar perempuan memainkan peran yang lebih besar dalam pengambilan keputusan di gereja. Namun pertemuan itu, juga memberikan sinyalemen gereja akan lebih terbuka pada kalangan gay. 

    Pertemuan para uskup Katolik seluruh dunia atau musyawarah gereja dimulai pada 3 Oktober 2018 di Vatikan. Setidaknya ada tiga isu yang dibahas dalam pertemuan itu, yakni peran perempuan di gereja, upaya memberantas tindak pelecehan seksual dan LGBT. Pertemuan ini total diikuti oleh sekitar 300 uskup pendeta, biarawati dan sejumlah masyarakat awam.

    Baca: Pertama Kali, Perempuan Jadi Uskup London 

    Biarawati membawa salib saat ikuti prosesi Jalan Salib Jumat Agung di Durban, Afrika Selatan, 30 Maret 2018. REUTERS / Rogan Ward

    Baca: Viral Perempuan berhijab di Gereja Sleman, Ini Kesehariannya

    Dikutip dari Reuters, Minggu, 28 Oktober 2018, pertemuan uskup itu menyoroti peran perempuan agar mengambil posisi penting dalam musyawarah gereja. Sampai 2018, dari total 60 departemen di Vatikan, tidak ada satu pun yang dikepalai oleh perempuan. Dalam birokrasi Vatikan, hanya enam perempuan yang dipercaya memegang posisi sebagai pengambil keputusan. 

    “Forum telah merekomendasikan agar membuat setiap orang di gereja menyadari urgensi perubahan yang tak terhindarkan. Forum menyerukan kehadiran perempuan di gereja dalam berbagai level, bahkan diposisi pengambilan keputusan,” demikian bunyi dokumen kesepakatan.  

    Dalam dokumen kesepakatan tertulis, kalangan muda menilai gereja masih tertinggal dalam hal emansipasi perempuan. Gereja masih kurang dalam memberikan kesempatan pada perempuan untuk menjadi pengambil keputusan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.