Rabu, 21 November 2018

Rumah Sakit di Korea Utara Benarkan Otto Warmbier Disiksa

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Otto Warmbier, dikawal petugas usai mengikuti sidang di pengadilan tinggi Korea Utara di Pyongyang, 16 Maret 2016. Warmbier menyebut seorang kenalannya yang anggota gereja setempat, menawarkan sebuah mobil bekas senilai US$ 10 ribu (Rp 133 juta). AP/Jon Chol Jin

    Otto Warmbier, dikawal petugas usai mengikuti sidang di pengadilan tinggi Korea Utara di Pyongyang, 16 Maret 2016. Warmbier menyebut seorang kenalannya yang anggota gereja setempat, menawarkan sebuah mobil bekas senilai US$ 10 ribu (Rp 133 juta). AP/Jon Chol Jin

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Rumah Sakit Pyongyang Friendship membuat pengakuan bahwa Otto Warmbier, 22 tahun, meninggal akibat penyiksaan, bukan keracunan makanan. Warmbier meninggal pada tahun lalu setelah ditahan oleh Pyongyang atas tuduhan melakukan propaganda

    "Dokter dari Amerika Serikat yang datang untuk membantu pemulangan Warmbier menulis indikator kesehatan Warmbier semuanya normal dan memasukkan sebuah surat ke rumah sakit kami hasil diagnosa mereka. Pertanyaannya adalah apa motif dokter Amerika itu mencoba membuat cerita yang berbeda pada poin ini terkait penyebab kematian Warmbier. Seharusnya tidak ada pengaruh atau kepentingan politik dalam hal ini," tulis kantor berita Korean Central atau KCNA, mengutip pernyataan Direktur Rumah Sakit Pyongyang Friendship, yang namanya tidak dipublikasi.

    Baca: 10 Warga AS yang Pernah Dibui di Korea Utara

    KCNA dalam laporannya menulis pada saat pembebasannya, indikator kesehatan Warmbier ditulis semuanya normal. Dengan begitu, harus ada sebuah penyelidikan penyebab kematian tiba-tiba Warmbier setelah tiba di Amerika Serikat.

    Laporan KCNA itu muncul beberapa jam setelah stasiun radio Voice of Amerika memberitakan laporan sebuah gugatan hukum yang diajukan oleh orang tua Warmbier yang sangat yakin putra mereka telah mengalami penyiksaan dalam masa penahanannya. Diantara bukti yang diajukan adalah pernyataan mantan dokter gigi Warmbier yang melihat adanya trauma pada gigi-gigi Warmbier.

    Baca: Ini Penyebab Kematian Mahasiswa AS yang Ditahan Korea Utara

    Dikutip dari Reuters, Minggu, 28 Oktober 2018, Daniel Kanter, Neurologist, mengatakan Warmbier mengalami kerusakan otak setelah berhentinya aliran darah ke otak selama hampir 20 menit. Warmbier juga mengalami cidera yang sangat luas dengan dugaan personel medis tidak segera melakukan intervensi saat luka terjadi.

    Korea Utara sebelumnya mengklaim Warmbier mengalami keracunan makanan dan sulit menelan. Namun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, curiga Warmbier telah disiksa.

    Warmbier yang berstatus mahasiswa kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan koma. Dia ditahan oleh pemerintah Korea Utara saat berlibur ke negara itu atau persisnya saat dia mencopot sebuah spanduk politik. Tindakannya itu membuat Pyongyang marah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.