Teror Bom Pipa, FBI Tangkap Tersangka di Florida Amerika

Reporter

Editor

Budi Riza

Cesar Sayoc, tersangka pengirim 13 paket bom ke beberapa politisi Demokrat dan tokoh di Amerika. independent.co.uk

TEMPO.CO, New York – Seorang lelaki, yang merupakan pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ditangkap di Florida dan dikenai tuduhan mengirim 13 paket surat yang merupakan teror bom pipa ke sejumlah tokoh yang menjadi oposisi dari Trump.

Baca:

 

Pengiriman paket ini dilakukan selama sepekan terakhir ke sejumlah alamat seperti donatur Partai Demokrat, George Soros, Bekas Presiden Barack Obama, eks Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, hingga rumah bekas Wapres Joe Biden dan aktor Hollywood Robert De Niro.

Lelaki bernama Cesar Sayoc, 56 tahun, dikenai 5 dakwaan melakukan kejahatan termasuk mengirim bom, dan mengancam bekas Presiden. Dia terancam hingga 48 tahun jika terbukti di pengadilan. Jaksa Agung, Jeff Sessions, mengumumkan hasil investigas ini.

Baca:

 

“Kami yakin telah menangkap orang yang tepat tapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, yang berarti masih banyak pertanyaan belum terjawab,” kata Christopher Wray, direktur FBI, kepada media seperti dilansir Channel News Asia pada Jumat, 26 Oktober 2018 waktu setempat.

Sayoc mengirim 13 bom lewat layanan surat, dan banyak dari paket bom pipa ini diproses lewat kantor pos di Florida. Sayoc dilacak menggunakan jejak sidik jari dan kemungkinan bukti DNA.

Baca:

 

Sayoc ditangkap di luar sebuah mal terbuka di Florida. Dia tinggal di dalam sebuah mobil van yang dipenuhi stiker mendukung Trump dan stiker anti-liberal.

Foto sebuah paket berisi bom pipa pada Rabu, 24 Oktober 2018. Paket berisi bom itu dikirimkan ke beberapa lokasi, seperti rumah Barack Obama, Hillary Clinton, kantor berita CNN, dan sejumlah tokoh politik Demokrat lain. CNN/handout via REUTERS

Trump memuji penangkapan Sayoc sebagai hasil kerja yang bagus. Dia menyamakan ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

“Tindakan teroris ini sangat menjijikkan dan tidak punya tempat di negara kita,” kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih. “Bangsa Amerika harus bersatu dan kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa kita bersatu dalam damai, cinta, dan harmoni,” kata Trump.

Baca:

 

Berbicara di hadapan para pendukungnya di Carolina Utara saat kampanye pada malam harinya, Trump menyebut serangan bom pipa itu sebagai tindakan teroris yang harus dihukum sesuai hukum berlaku.

“Tindak kekerasan politik tidak bisa diizinkan di Amerika dan saya akan melakukan semua upaya dalam kekuasaan saya untuk menghentikannya,” kata dia.

Presiden Amerika Donald Trump dan Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell. Reuters.

Menurut Reuters, Cesar Sayoc bekerja sebagai pengantar pizza paruh waktu, pegawai di toko sayuran, dan bekas penari telanjang. Dia pernah bermasalah dengan perusahaan listrik dan mengancam akan mengirim bom terkait tagihan. Sayoc lalu ditahan oleh agen federal di luar toko onderdil mobil di Plantation, Florida, dekat Miami.

Mobil van putih milik Sayoc ditempeli stiker “CNN Sucks” dan ada gambar sejumlah tokoh Partai Demokrat dengan wajah disilang merah. Hingga kini, FBI masih menyelidiki kasus bom pipa ini. 






Berapa Lama Perbedaan Waktu Indonesia dengan Amerika? Ini Penjelasannya

1 hari lalu

Berapa Lama Perbedaan Waktu Indonesia dengan Amerika? Ini Penjelasannya

Perbedaan waktu antara Indonesia dengan Amerika cukup jauh hingga lebih dari 10 jam karena perbedaan letak astronomis.


Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

2 hari lalu

Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

Selain membunuh, terduga pelaku juga didakwa mencuri barang-barang milik mahasiswa Arab Saudi itu.


Empat Alasan Utama Badai PHK di Amerika Terus Berlanjut

6 hari lalu

Empat Alasan Utama Badai PHK di Amerika Terus Berlanjut

Pengamat dari Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan PHK di Amerika Serikat akan terus berlanjut. Ada empat penyebab.


PHK di Amerika Bulan Ini Mencapai 60 Ribu, Google dan Microsoft Pangkas Karyawan

6 hari lalu

PHK di Amerika Bulan Ini Mencapai 60 Ribu, Google dan Microsoft Pangkas Karyawan

Sekitar 60.000 karyawan di Amerika Serikat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari 2023.


Tuntut Hillary Clinton Tanpa Bukti, Trump dan Pengacaranya Didenda Rp14 M

9 hari lalu

Tuntut Hillary Clinton Tanpa Bukti, Trump dan Pengacaranya Didenda Rp14 M

Donald Trump dan pengacaranya dihukum denda Rp14 miliar karena tanpa bukti menuntut Hillary Clinton


Partai Republik Minta Daftar Orang yang Pernah ke Rumah Joe Biden

13 hari lalu

Partai Republik Minta Daftar Orang yang Pernah ke Rumah Joe Biden

Buntut dari temuan sejumlah dokumen negara di rumah Joe Biden, politikus Partai Republik meminta data siapa saja yang pernah ke rumah itu.


TV 86 Inci LG Gampang Terguling, 56 Ribu Unit Direcall di Amerika

13 hari lalu

TV 86 Inci LG Gampang Terguling, 56 Ribu Unit Direcall di Amerika

LG menarik (recall) lebih dari 56 ribu unit televisi layar raksasanya, 86 inci, dari pasaran di Amerika mulai 12 Januari 2023.


Hakim Menolak Permintaan Trump Agar Tuduhan Perkosaan pada Jean Carroll Dibatalkan

15 hari lalu

Hakim Menolak Permintaan Trump Agar Tuduhan Perkosaan pada Jean Carroll Dibatalkan

Carroll menuding Trump telah melakukan pencemaran nama baik dan penyerangan, setelah Trump menyangkal telah melakukan perkosaan padanya


Tak Hanya Trump, Biden Ternyata Juga Menyimpan Dokumen Rahasia Negara

18 hari lalu

Tak Hanya Trump, Biden Ternyata Juga Menyimpan Dokumen Rahasia Negara

Lembaga yang didirikan Joe Biden saat menjabat wakil presiden AS era Obama ternyata menyimpan sejumlah dokumen rahasia milik negara


DPR AS Gagal Pilih Ketua, Partai Republik Tak Kompak Dukung Sekutu Trump

24 hari lalu

DPR AS Gagal Pilih Ketua, Partai Republik Tak Kompak Dukung Sekutu Trump

Partai Republik belum satu suara dalam memilih ketua DPR AS , karena sebuah faksi bertahan menentang kandidat unggulan Trump, McCarthy