Rabu, 21 November 2018

Dua Turis Mencoret Graffiti di Tembok Kuno Chiang Mai Thailand

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang turis di Chiang Mai menulis grafiti di tembok kuno, yang merupakan bagian dari benteng kuno. Polisi Thailand meminta keterangan dari keduanya. AP via News Com

    Dua orang turis di Chiang Mai menulis grafiti di tembok kuno, yang merupakan bagian dari benteng kuno. Polisi Thailand meminta keterangan dari keduanya. AP via News Com

    TEMPO.CO, Chiang Mai - Dua turis menghadapi ancaman terkena 10 tahun penjara karena mencoret-coret sebuah tembok kuno yang menjadi salah satu atraksi turis di Chiang Mai, Thailand.

    Baca:

     

    Brittany Scheider, 22 tahun, dari Kanada, dan Lee Furlong, 23 tahun, dari Inggris, tertangkap rekaman kamera CCTV menyemprotkan cat untuk menulis pesan di tembok dari abad 13 Tha Pae Gate di Chiang Mai.

    “Saya merasa takut sekali. Saya menyesal dengan apa yang saya lakukan,” kata Scheiner seperti dilansir News.com pada Jumat, 26 Oktober 2018 dengan mengutip The Canadian Press.

    Baca:

     

    Furlong menuliskan kata “Scousse Lee”, yang merujuk pada tempat di Liverpool, Inggris. Sedangkan Scheider menuliskan huruf “B”.

    Pasangan ini terciduk petugas dan dibawa ke hadapan hakim, yang mengatakan keduanya bisa terkena hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga US$43 ribu atau sekitar Rp650 juta karena merusak tembok kuno.

    Tembok kuno Tha Pae Gate merupakan salah satu atraksi turis terkenal di kota itu dan menjadi bagian dari sebuah benteng kuno.

    Baca:

     

    Scheider mengaku ingin segera pulang dan melupakan semua ini. Dia mengatakan sempat ditahan selama 3 hari di penjara sebelum dikeluarkan karena membayar uang jaminan.

    Menurut Schneider, dia dan beberapa orang teman turis keluar malam pada Kamis lalu dan mabuk berat saat hendak kembali ke hotel. Mereka menemukan botol cat semprot lalu mencobanya. “Saya berhenti saat baru menulis huruf “B” karena tahu itu sangat buruk tapi sudah terlambat,” kata dia.

    Mereka lalu kembali ke hostel dan tidur. Saat pagi hari, pengelola hostel memanggilnya turun karena ada masalah. Saat itu, ada tujuh polisi menunggunya.

    Baca:

     

    “Mereka menunjukkan video dan bertanya apakah itu saya, saya jawab betul,” kata dia. Polisi lalu menahan keduanya. “Para tersangka akan diinvestigasi dan dituntut sesuai hukum berlaku,” kata seorang polisi. Keduanya juga dibawa kembali ke tembok kuno di Thailand itu untuk menjelaskan tulisan graffiti yang dibuatnya. “Saya minum alkohol seharian lalu pergi ke luar untuk minum lagi. Saya benar-benar mabuk,” kata Furlong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.