Riset: Orang Berbadan Tinggi Lebih Berisiko Kena Penyakit Kanker

Reporter

Suami-istri dari Cina, Sun Mingming (kanan), 33 tahun, dan Xu Yan (tengah), 29 tahun, merupakan pasangan tertinggi di dunia. Sun memiliki tinggi badan 236.17 cm sementara istrinya, Xu Yan 187.3 cm. Dailymail.co.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah riset yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas California, Riverside, Amerika Serikat, menemukan orang berbadan tinggi lebih berisiko terkena kanker.

Riset menemukan, setiap kenaikan tinggi badan per 10 cm, maka orang tersebut memiliki kenaikan 10 persen potensi terserang kanker.

Riset menyimpulkan orang tinggi memiliki lebih banyak sel di tubuh mereka. Inilah yang membuat orang-orang berbadan tinggi lebih berisiko terkena kanker.

Baca: 697 Varian Gen Pengaruhi Tinggi Badan Manusia

Para peneliti menyebut hormon yang menstimulasi pertumbuhan badan atau yang disebut IGF-1 memiliki efek samping pemicu kanker. Pasalnya, IGF-1 menyebabkan pembelahan sel ketika sel itu sedang tumbuh. Kondisi ini juga meningkatkan kemungkinan sel-sel tersebut berubah menjadi tumor.

Dikutip dari dailymail.co.uk pada Rabu, 24 Oktober 2018, hasil perhitungan para ilmuwan menemukan laki-laki dengan rata-rata tinggi badan 175 cm dan perempuan dengan tinggi sekitar 162 cm, memiliki 23 persen risiko terserang penyakit kanker.

Baca: Anak Kurang Tidur, Tinggi Badan Tak Optimal

Perempuan dalam hal ini, lebih berpotensi terkena kanker kulit, thyroid, lymphoma, mulut rahim, payudara, usus besar dan kanker indung telur. Sedangkan laki-laki lebih berpotensi terkena kanker thyroid, kulit, lymphoma, ginjal, usus besar, saluran empedu dan sistem saraf pusat.

Namun orang tinggi tidak membuat mereka berisiko terkena kanker esofagus, perut, mulut atau leher rahim pada wanita. Leonard Nunney, Profesor yang ikut melakukan penelitian ini mengatakan ada kemungkinan level IGF-1 pada orang dewasa memiliki efek langsung pada risiko kanker melalui naiknya jumlah pembelahan sel.

Riset ini juga meneliti perempuan dengan tinggi badan sekitar 118 cm dan laki-laki dengan tinggi 124 cm. Mereka menemukan individu dengan tinggi badan seperti itu juga berisiko terkena kanker, namun 50 persen lebih rendah dibanding orang dengan tinggi badan di atas itu.

Para peneliti yang menganalisa data dari Korea, Norwegia, Swedia dan Australia, mengatakan ada sejumlah kanker yang rupanya tidak terpengaruh dengan tinggi badan seseorang, yakni kanker paru-paru dan serviks. Kanker paru-paru lebih dipicu oleh naiknya kebiasaan merokok, sedangkan kanker serviks disebabkan sel bakteri helicobacter pylori.






I-Project, Program SMAK 1 Penabur Jakarta untuk Genjot Siswa Hasilkan Inovasi

2 hari lalu

I-Project, Program SMAK 1 Penabur Jakarta untuk Genjot Siswa Hasilkan Inovasi

SMAK 1 Penabur Jakarta mendorong para siswanya untuk melakukan inovasi sesuai passion melalui program I-Project.


Kata Dokter Soal Polemik BPA Bisa Sebabkan Kanker

3 hari lalu

Kata Dokter Soal Polemik BPA Bisa Sebabkan Kanker

Belakangan ini muncul polemik seputar Bisfenol A (BPA) yang menyebabkan masalah kesehatan, seperti kanker. Simak penjelasan dokter.


Bahaya Zat Karsinogenik, Pestisida Terlarang Dalam Makanan Olahan hingga Bahan Bangunan

5 hari lalu

Bahaya Zat Karsinogenik, Pestisida Terlarang Dalam Makanan Olahan hingga Bahan Bangunan

Hong Kong memberhentikan peredaran produk Mie Sedaap asal Indonesi karena mengandung zat karsinogenik. Apa itu zat karsinogenik?


Memahami Diet Seimbang Secara Benar

5 hari lalu

Memahami Diet Seimbang Secara Benar

Pernah mendengar istilah diet seimbang? Mengapa diet seimbang itu perlu?


6 Varian Granuloma Berlainan Penyebabnya

6 hari lalu

6 Varian Granuloma Berlainan Penyebabnya

Granuloma dibedakan menjadi beberapa jenis. Apa Saja?


Mengandung Zat Karsinogenik, Mie Sedaap Rasa Ini Ditarik dari Peredaran di Hong Kong

6 hari lalu

Mengandung Zat Karsinogenik, Mie Sedaap Rasa Ini Ditarik dari Peredaran di Hong Kong

Ditariknya Mie sedaap dari peredarannya di Hong Kong cukup menyita perhatian. Berikut faktanya


Hong Kong Imbau Warga Tak Konsumsi Mie Sedaap, Apa Itu Etilen Oksida?

7 hari lalu

Hong Kong Imbau Warga Tak Konsumsi Mie Sedaap, Apa Itu Etilen Oksida?

Dalam Mie Sedaap yang diimpor dari Indonesia ditemukan kandungan peptisida, etilen oksida.


Mengenal Liposarkoma, Kanker yang Terjadi pada Jaringan Lemak

7 hari lalu

Mengenal Liposarkoma, Kanker yang Terjadi pada Jaringan Lemak

Liposarkoma adalah kondisi munculnya kanker yang berkembang di sel-sel lemak.


Jenis-jenis Alat Kesehatan Pemindai Tubuh Manusia

7 hari lalu

Jenis-jenis Alat Kesehatan Pemindai Tubuh Manusia

Alat kesehatan PET Scanner menggunakan sinyal radioaktif untuk menunjukkan aktivitas metabolisme normal dan abnormal.


Mahasiswa Telkom University Rancang Toilet Cerdas untuk Pantau Kesehatan

8 hari lalu

Mahasiswa Telkom University Rancang Toilet Cerdas untuk Pantau Kesehatan

Tim mahasiswa Telkom University menawarkan kebaruan dari pengembangan aplikasi dan penggunaan toilet.