Putra Mahkota dan Raja Salman Bertemu Anak Jamal Khashoggi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anak Jamal Khashoggi diundang oleh Raja Salman ke istana Al Yamamah di ibu kota Riyadh, Arab Saudi. Raja Salman ingin mengucapkan belasungkawa secara langsung. Sumber : english.alarabiya.net

    Dua anak Jamal Khashoggi diundang oleh Raja Salman ke istana Al Yamamah di ibu kota Riyadh, Arab Saudi. Raja Salman ingin mengucapkan belasungkawa secara langsung. Sumber : english.alarabiya.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua putra Jamal Khashoggi diundang oleh Raja Salman ke istana Al Yamamah di ibu kota Riyadh, Arab Saudi. Khashoggi, 59 tahun, adalah wartawan senior asal Arab Saudi yang dibunuh pada 2 Oktober 2018.

    Dikutip dari english.alarabiya.net pada Selasa, 23 Oktober 2018, dua anak Khashoggi itu adalah Sahl Ahmed Khashoggi dan Salah Jamal Khashoggi. Kedatangan keduanya disambut pula oleh Putra Mahkota, Mohammed bin Salman.

    Kepada kedua putra Khashoggi, Kerajaan Arab Saudi secara langsung menyampaikan duka cita mendalam. Ucapan belasungkawa ini juga ditujukan untuk sanak-saudara mendiang Khashoggi. Sahl dan Salah berterima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota atas ucapan yang disampaikan.

    Baca: Jamal Khashoggi Tewas, Penasehat Erdogan Ragukan Arab Saudi

    Jamal Kashoggi. [Gulf Times]

    Baca: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Bernama Pasukan Harimau

    Kerajaan Arab Saudi sebelumnya mengkonfirmasi Khashoggi telah dibunuh dalam sebuah baku hantam. Sebanyak 18 terduga pelaku telah ditahan. Kendati begitu, publik secara luas pesimis penahanan ini akan mengungkap dalang pembunuh Khashoggi.

    Media di Turki melaporkan, sebanyak 15 orang terduga pelaku warga negara Arab Saudi diterbangkan ke kota Istanbul dan menunggu Khashoggi di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di kota itu. Mereka awalnya memotong jari-jari Khashoggi, lalu membunuhnya.

    Khashoggi adalah wartawan yang dikenal suka mengkritisi kebijakan-kebijakan Kerajaan Arab Saudi. Sejak 2017, dia mengasingkan diri ke Amerika Serikat dan menulis kolom di surat kabar Washington Post.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.