Situs Acara Investasi yang Digagas Putra Mahkota Saudi Diretas

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs acara Future Investment Initiative, yang digagas Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, diretas. Foto jurnalis Jamal Khashoggi dipasang di laman utama. Haaretz

    Situs acara Future Investment Initiative, yang digagas Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, diretas. Foto jurnalis Jamal Khashoggi dipasang di laman utama. Haaretz

    TEMPO.CO, Riyadh – Situs internet dari acara investasi internasional yang digelar Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, diserang peretas.

    Baca:

     

    Pada laman utama situs yang berjudul “Future Investment Intiative” itu peretas menaruh sebuah foto palsu menunjukkan MBS, sebutan pangeran, memenggang sebuah pedang. Dia berdiri di belakang jurnalis Jamal Khashoggi, yang terbunuh.

    Konferensi yang berjuluk “Davos di Padang Pasir” ini dijadwalkan berlangsung pada 23 – 25 Oktober. Ini merupakan bagian dari upaya MBS untuk mengembangkan perekonomian Arab Saudi agar tidak lagi tergantung pada sektor minyak bumi.

    Baca:

     

    “Demi keamanan anak-anak seluruh dunia, kami mendesak semua negara menjatuhkan sanksi kepada rezim Saudi,” begitu tertulis pesan di laman utama situs yang terkena peretasan itu seperti dilansir Anadolu pada Selasa, 23 Oktober 2018 waktu setempat.

    Beredar rekaman CCTV menunjukkan saat-saat terakhir Jamal Khashoggi bersama tunangannya Hatice Cengiz.

    Saat Tempo membuka alamat situs, gambar yang dimaksud tidak ada pada laman utama. Namun ada tulisan besar di sana yang berbunyi “Future Investment InitiativeThe Program Will Resume Shortly.

    Tulisan peretas itu berlanjut dengan,”Rezim ini, yang beraliansi dengan Amerika Serikat, harus dimintai tanggung jawab atas tindakan barbar dan tidak manusiawi seperti membunuh warganya sendiri Jamal Khashoggi dan ribuan orang tidak berdosa di Yaman. Rezim abad pertengahan Saudi merupakan sumber pembiayaan teroris di dunia.”

    Baca:

     

    Sejumlah pengusaha global dari berbagai perusahaan besar telah menarik diri dari konferensi ini. Mereka meminta pemerintah Saudi agar bersikap transparan dalam mengusut kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. 

    Saat ini proses investigasi gabungan antara Turki dan Arab Saudi untuk mengungkap kasus kematian kolumnis Washington Post itu masih berlanjut. Saudi telah menahan 18 orang dan memberhentikan 5 pejabat tinggi terkait kasus ini termasuk Deputi Kepala Intelijen Mayor Jenderal Ahmed al-Assiri.

    Pemerintah Saudi sempat membantah bahwa Khashoggi tewas di Konjen Saudi di Istanbul selama dua pekan lebih meskipun media massa global memberitakan sebaliknya.

    Pada akhir pekan lalu, pemerintah Saudi mengakui Khashoggi tewas karena terlibat perkelahian melawan 15 orang, yang menemuinya di konjen. Media Turki seperti Anadolu dan Yeni Safak menyebut sebagian dari orang-orang yang menemui Khashoggi adalah pejabat intelijen.

    Hingga kini jasad Khashoggi, 60 tahun, belum ditemukan. Seorang pejabat Saudi mengatakan jasad mantan penasehat kerajaan Saudi ini diserahkan kepada operator lokal untuk dihilangkan. Sebaliknya, sumber lain di intelijen Turki menduga jasad Khashoggi telah dibawa ke Saudi oleh tim pembunuh, yang tiba dengan dua pesawat. Salah satu pesawat itu berangkat pada sore hari pada 2 Oktober 2018 kembali ke Riyadh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.