400 Kali Telepon Layanan Darurat, Lansia di Inggris Dituntut

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang lansia bernama Lena Taylor, 99 tahun, menghadiri sebuah persidangan sebagai terdakwa. Taylor dituntut karena telah menyalahgunakan sambungan gawat darurat di Inggris. Telepon yang dilakukan Taylor hingga ratusan kali, dinilai telah sangat mengganggu. Sumber: dailymail.co.uk

    Seorang lansia bernama Lena Taylor, 99 tahun, menghadiri sebuah persidangan sebagai terdakwa. Taylor dituntut karena telah menyalahgunakan sambungan gawat darurat di Inggris. Telepon yang dilakukan Taylor hingga ratusan kali, dinilai telah sangat mengganggu. Sumber: dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang lansia bernama Lena Taylor, 90 tahun, datang ke sebuah persidangan sebagai terdakwa. Taylor dituntut karena telah menyalahgunakan layanan telepon gawat darurat di Inggris. Telepon yang dilakukan Taylor sudah ratusan kali dan dinilai telah sangat mengganggu.

    Gugatan ini adalah yang kedua kalinya dihadapi Taylor. Tuntutan hukum yang pertama dijalaninya pada Juli 2018 karena telah membuat panggilan telepon yang mengganggu ke layanan gawat darurat Inggris. Dia dikenai hukuman bersyarat selama dua tahun.

    Namun pada Selasa, 22 Oktober 2018, dia kembali ke persidangan untuk kasus yang sama. Situs dailymail.co.uk mewartakan Taylor telah membuat lebih dari 400 panggilan telepon ke layanan ambulan North East pada rentan waktu 14 Juli sampai 30 Agustus 2018. Salah satu panggilan telepon yang dilakukannya adalah meminta diantar ke pusat permainan bingo.

    Baca: Rutinitas Sehat bagi Lansia agar Tidak Pikun

    Jaksa Penuntut, Bethany Jendrzejewski, mengatakan Taylor total membuat 420 kali panggilan telepon ke 999, sebuah nomor telepon darurat di Inggris. Bukan hanya itu, Taylor juga menelepon ke nomor telepon 111 sebanyak 103 kali.

    "Telepon dari Mrs. Taylor sangat agresif dan membuat para staf berulang kali merasa dilecehkan dan dihina. Pada level ini, terdakwa telah membuat para staf stres," kata Jendrzejewski.

    Dalam sebuah panggilan telepon pada 22 Juli 2018 sekitar pukul 11.27 pagi, Taylor mengatakan sudah selesai makan dan meminta seseorang mengantarkannya ke bingo agar membuatnya tetap tenang. Dalam pembicaraan telepon itu, Taylor mengucapkan kata-kata kasar pada staf yang mengangkat teleponnya.

    Jaksa penuntut mengatakan insiden gangguan telepon yang dibuat Taylor ini telah mempengaruhi kemampuan staf layanan gawat darurat Inggris dalam menghadapi penelepon yang lain. Dalam persidangan Selasa, 22 Oktober 2018, Taylor mengaku bersalah.

    Baca: Pentingnya Perawatan Geriatri Pada Manula

    Di masa senjanya, Taylor hidup sebatang kara dan kondisi fisiknya sangat ringkih. Sebelum dia resmi berulang tahun ke 90, Taylor tak pernah berbuat ulah. Pengacara Taylor, Mark Harrison, mengatakan kliennya membutuhkan sebuah paket perawatan dan menyarankan agar kliennya melakukan evaluasi kesehatan mental.

    Kasus hukum yang dialami Taylor telah menarik banyak simpati masyarakat, khususnya karena Taylor telah lansia. Banyak yang sedih karena tindakan Taylor telah menempatkannya pada sebuah perilaku kriminal atau tahanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.