Penjelasan Arab Saudi Soal Kematian Jamal Khashoggi Dipertanyakan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejabat forensik Turki tiba di kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi, Mohammad al-Otaibi, di Istanbul, Turki, Rabu, 17 Oktober 2018. Jurnalis Jamal Khashoggi, yang merupakan kolumnis <i>Washington Post</i>, dinyatakan hilang pada 2 Oktober 2018 setelah memasuki kantor Konjen Arab Saudi di Istanbul.  REUTERS/Murad Sezer

    Pejabat forensik Turki tiba di kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi, Mohammad al-Otaibi, di Istanbul, Turki, Rabu, 17 Oktober 2018. Jurnalis Jamal Khashoggi, yang merupakan kolumnis Washington Post, dinyatakan hilang pada 2 Oktober 2018 setelah memasuki kantor Konjen Arab Saudi di Istanbul. REUTERS/Murad Sezer

    TEMPO.CO, Istanbul – Penasehat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yaitu Yasin Aktay mengatakan penjelasan dari pemerintah Arab Saudi tentang bagaimana sampai jurnalis Jamal Khashoggi tewas terbunuh menimbulkan tanda tanya baru.

    Khashoggi dilaporkan tewas dalam perkelahian melawan sejumlah orang di Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu.

    Baca:
    Jamal Khashoggi Tewas, Jerman: UE Blokir Senjata ke Arab Saudi

     “Orang bakal merasa keheranan bagaimana bisa terjadi perkelahian antara 15 orang yang ahli berkelahi melawan seorang Khashoggi yang berusia 60 tahun, sendiri, tidak berdaya,” kata Yasin Aktay, penasehat Presiden Erdogan di Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, seperti dilansir Reuters pada Senin, 22 Oktober 2018.

    Aktay menuliskan pendapatnya itu dalam artikel di media Yeni Safak, yang telah melansir berita ini dengan sebagiannya bersumber dari polisi dan intelijen Turki.

    “Semakin kita berpikir soal itu, semakin terasa kecerdasan kita sedang diolok-olok,” kata dia.

    Pemerintah Arab Saudi melontarkan pernyataan mengakui Jamal Khashoggi, yang merupakan kolumnis Washington Post, tewas di kantor Konjen Saudi di Istanbul setelah selama dua pekan membantahnya.

    Awalnya, Saudi mengatakan Khashoggi telah keluar dari Konjen pada hari yang sama dia datang yaitu pada 2 Oktober 2018.

    Baca: Arab Saudi Akui Kirim 15 Orang untuk Bawa Jamal Khashoggi Pulang

    Belakangan, kementerian Luar Negeri Arab Saudi membuat pernyataan lewat akun resmi di Twitter bahwa Jamal Khashoggi berkelahi melawan sejumlah orang di dalam Konjen. Ada 15 orang yang berkumpul di sana pada waktu itu. Perkelahian ini menewaskan Khashoggi.

    Otoritas Saudi lalu menangkap 18 orang yang diduga terlibat atau mengetahui pembunuhan ini. Deputi Kepala Intelijen, Ahmed Al-Asiri diberhentikan karena diduga terlibat langsung dengan mengirim tim pembunuh yang terdiri dari 15 orang itu.

    Baca: Ini Peran 15 Terduga Pembunuh Sadis Jamal Khashoggi

     “Mereka membuat kesalahan dengan membunuh Jamal Khashoggi di konsulat dan mencoba menutup-nutupinya,” kata Adel al-Jubeir, menteri Luar Negeri Arab Saudi pada Ahad lalu.

    Pernyataan ini mendapat banyak pertanyaan dari para pemimpin Eropa, Amerika Serikat dan pengamat. Pemerintah Jerman meminta Arab Saudi bersikap transparan sambil menyatakan akan menghentikan penjualan senjata ke negara itu hingga kasus tewasnya Jamal Khashoggi menjadi jelas terungkap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.