Dilempari Batu oleh Gerombolan Monyet, Manula di India Tewas

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor monyet macaque duduk di patung berbentuk ular dalam festival Nag Panchami di dalam sebuah kuil di Bengaluru, India, 19 Agustus 2015.   REUTERS/Abhishek N. Chinnappa

    Seekor monyet macaque duduk di patung berbentuk ular dalam festival Nag Panchami di dalam sebuah kuil di Bengaluru, India, 19 Agustus 2015. REUTERS/Abhishek N. Chinnappa

    TEMPO.CO, Uttar Pradesh - Seorang lelaki India berusia 72 tahun  tewas setelah sekelompok monyet melemparinya dengan batu dari sebuah pohon.

    Baca:

     

    Pada saat kejadian, Dharampal Singh sedang mengumpulkan ranting kayu ketika gerombolan hewan ini menyerangnya di Tikri, Uttar Pradesh, pada Kamis, 18 Oktober 2018.

    Menurut laporan Times of India dan dilansir Daily Mail, Dharampal menderita luka di kepala dan dada lalu sempat dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

    “Monyet-monyet itu melempar lebih dari 20 batu ke arah Dharampal saat kejadian,” kata Krishnapal, saudara lelaki Dharampal, seperti dilansir media setempat.

    Baca:

     

    “Batu-batu itu dilempar dari pohon yang lumayan tinggi sehingga bisa membunuhnya. Monyet-monyet kejam ini pelaku sebenarnya dan akan membayar kelakuannya,” kata Krishnapal.

    Keluarga Dharampal telah melaporkan kasus ini kepada polisi untuk diambil tindakan.

    Namun, polisi mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan terhadap monyet-monyet agresif ini, yang membuat hidup menjadi sulit bagi warga yang tinggal di daerah itu.

    Baca:

     

    “Bagaimana caranya kami menangani kasus monyet ini?” Chitwan Singh, kepala pos polisi di Doghat, kepada Times. “Kami bisa ditertawakan semua orang.”

    Monyet-monyet itu diduga melempari Dharampal menggunakan bebatuan yang ditemukan di sekitar lokasi. Monyet mendapat penghormatan di agama Hindu. Namun, perilaku monyet-monyet ini membahayakan warga di sejumlah kota.

    Baca:

     

    Monyet-monyet ini mengotori pekarangan, atap rumah hingga menyerang warga untuk mendapatkan makanan. Aktivis lingkungan menuding berkembangnya populasi urban menjadi penyebab munculnya kasus ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.