Kamis, 22 November 2018

Jamal Khashoggi Puji Kebebasan Pers Qatar di Tulisan Terakhir

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    TEMPO.CO, JakartaJamal Khashoggi menulis tentang pentingnya pers bebas di dunia Arab sambil memuji Qatar dalam kolom terakhirnya di Washington Post.

    The Washington Post menerbitkan tulisan terakhir Jamal Khashoggi pada Rabu 17 Oktober, dua minggu setelah Khashoggi dinyatakan hilang.

    Baca: Washington Post Terbitkan Tulisan Terakhir Jamal Khashoggi

    Dilansir dari Gulf Times, 22 Oktober 2018, dalam tulisannya yang berjudul What the Arab world needs most is free expression, Jamal Khashoggi mengutip tindakan keras terhadap pers oleh pemerintah Mesir dan Arab Saudi. Ia memperingatkan tindakan semacam itu "tidak lagi menghasilkan konsekuensi dari reaksi masyarakat internasional".

    Khashoggi berharap ada kebebasan masa depan yang dirasakan oleh banyak orang selama Arab Spring pada 2011, yang melihat pemberontakan rakyat di seluruh Timur Tengah telah diredam.

    The Washington Post. AP/Charles Dharapak

    "Ada beberapa oasis yang terus mewujudkan semangat Arab Spring. Pemerintah Qatar terus mendukung liputan berita internasional, berbeda dengan upaya tetangganya untuk menegakkan kontrol informasi untuk mendukung tatanan Arab lama," tulis Khashoggi.

    "Dunia Arab menghadapi versi Tirai Besi sendiri, yang tidak dikendalikan oleh aktor luar tetapi melalui pasukan domestik yang berlomba merebut kekuasaan."

    Baca: 7 Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi Pengawal Mohammed bin Salman

    "Dunia Arab membutuhkan versi modern dari media transnasional lama sehingga warga dapat mengetahui tentang peristiwa dunia. Yang lebih penting, kita perlu menyediakan platform untuk suara Arab," tulis Khashoggi.

    Menurut Khashoggi, melalui penciptaan forum internasional independen, terisolasi dari pengaruh pemerintah nasionalis yang menyebarkan kebencian melalui propaganda, orang-orang biasa di dunia Arab akan mampu mengatasi masalah struktural yang dihadapi masyarakat mereka.

    Seorang demonstran memegang gambar Jamal Khashoggi saat protes di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul [Osman Orsal / Reuters]

    "Pemerintah Arab telah diberi kebebasan untuk terus membungkam media pada tingkat yang meningkat," tulisnya."Ada masa ketika para wartawan percaya bahwa internet akan membebaskan informasi dari sensor dan kontrol yang terkait dengan media cetak. Tetapi pemerintah-pemerintah ini, yang keberadaannya bergantung pada kontrol informasi, telah secara agresif memblokir Internet."

    Baca: 4 Kritikan Tajam Jamal Khashoggi ke Putra Mahkota Arab Saudi

    Pada akhirnya, nasib Khashoggi, yang terkenal kritis terhadap Pangeran Mohamed bin Salman, berakhir di ujung maut setelah polisi Turki meyakini dia dimutilasi oleh regu khusus yang dikirim langsung oleh pemerintah Arab Saudi ke Turki.

    Setelah kecaman internasional semakin tajam, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Jamal Khashoggi tewas di dalam Konsulatnya di Istanbul, namun tidak memberikan penjelasan di mana tubuh Khashoggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.