Jamal Khashoggi Puji Kebebasan Pers Qatar di Tulisan Terakhir

Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

TEMPO.CO, JakartaJamal Khashoggi menulis tentang pentingnya pers bebas di dunia Arab sambil memuji Qatar dalam kolom terakhirnya di Washington Post.

The Washington Post menerbitkan tulisan terakhir Jamal Khashoggi pada Rabu 17 Oktober, dua minggu setelah Khashoggi dinyatakan hilang.

Baca: Washington Post Terbitkan Tulisan Terakhir Jamal Khashoggi

Dilansir dari Gulf Times, 22 Oktober 2018, dalam tulisannya yang berjudul What the Arab world needs most is free expression, Jamal Khashoggi mengutip tindakan keras terhadap pers oleh pemerintah Mesir dan Arab Saudi. Ia memperingatkan tindakan semacam itu "tidak lagi menghasilkan konsekuensi dari reaksi masyarakat internasional".

Khashoggi berharap ada kebebasan masa depan yang dirasakan oleh banyak orang selama Arab Spring pada 2011, yang melihat pemberontakan rakyat di seluruh Timur Tengah telah diredam.

The Washington Post. AP/Charles Dharapak

"Ada beberapa oasis yang terus mewujudkan semangat Arab Spring. Pemerintah Qatar terus mendukung liputan berita internasional, berbeda dengan upaya tetangganya untuk menegakkan kontrol informasi untuk mendukung tatanan Arab lama," tulis Khashoggi.

"Dunia Arab menghadapi versi Tirai Besi sendiri, yang tidak dikendalikan oleh aktor luar tetapi melalui pasukan domestik yang berlomba merebut kekuasaan."

Baca: 7 Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi Pengawal Mohammed bin Salman

"Dunia Arab membutuhkan versi modern dari media transnasional lama sehingga warga dapat mengetahui tentang peristiwa dunia. Yang lebih penting, kita perlu menyediakan platform untuk suara Arab," tulis Khashoggi.

Menurut Khashoggi, melalui penciptaan forum internasional independen, terisolasi dari pengaruh pemerintah nasionalis yang menyebarkan kebencian melalui propaganda, orang-orang biasa di dunia Arab akan mampu mengatasi masalah struktural yang dihadapi masyarakat mereka.

Seorang demonstran memegang gambar Jamal Khashoggi saat protes di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul [Osman Orsal / Reuters]

"Pemerintah Arab telah diberi kebebasan untuk terus membungkam media pada tingkat yang meningkat," tulisnya."Ada masa ketika para wartawan percaya bahwa internet akan membebaskan informasi dari sensor dan kontrol yang terkait dengan media cetak. Tetapi pemerintah-pemerintah ini, yang keberadaannya bergantung pada kontrol informasi, telah secara agresif memblokir Internet."

Baca: 4 Kritikan Tajam Jamal Khashoggi ke Putra Mahkota Arab Saudi

Pada akhirnya, nasib Khashoggi, yang terkenal kritis terhadap Pangeran Mohamed bin Salman, berakhir di ujung maut setelah polisi Turki meyakini dia dimutilasi oleh regu khusus yang dikirim langsung oleh pemerintah Arab Saudi ke Turki.

Setelah kecaman internasional semakin tajam, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Jamal Khashoggi tewas di dalam Konsulatnya di Istanbul, namun tidak memberikan penjelasan di mana tubuh Khashoggi.






Putra Mahkota Mohammed bin Salman Jadi Perdana Menteri, Kekuasaannya Bakal Luar Biasa

1 hari lalu

Putra Mahkota Mohammed bin Salman Jadi Perdana Menteri, Kekuasaannya Bakal Luar Biasa

Pangeran Mohammed bin Salman dipromosikan dari posisi menteri pertahanan menjadi perdana menteri Arab Saudi. Apa saja wewenangnya?


Ulama Ikhwanul Muslimin Yusuf Al Qaradawi Wafat, Dimakamkan di Qatar

3 hari lalu

Ulama Ikhwanul Muslimin Yusuf Al Qaradawi Wafat, Dimakamkan di Qatar

Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati secara in absentia pada 2015 terhadap Yusuf Al Qaradawi sebagai pemimpin Ikhwanul Muslimin


Piala Dunia 2022 di Qatar, Berikut Beberapa Istilah Sepak Bola dalam Bahasa Arab

3 hari lalu

Piala Dunia 2022 di Qatar, Berikut Beberapa Istilah Sepak Bola dalam Bahasa Arab

Beberapa istilah sepak bola bahasa Arab yang perlu diketahui menjelang Piala Dunia 2022 Qatar.


Pemakaman Umum Al Oud di Riyah, Kuburan Raja-Raja Arab Saudi

3 hari lalu

Pemakaman Umum Al Oud di Riyah, Kuburan Raja-Raja Arab Saudi

Kerajaan Inggris punya Westminster Abbey tempat pemakaman raj atau ratu. Sementara, raja-raja Arab Saudi dikuburkan di pemakaman umum Al Oud Riyadh.


Juara 2 MHQ di Arab Saudi, Hafiz 13 Tahun dari Langkat Raih Rp 700 Juta

3 hari lalu

Juara 2 MHQ di Arab Saudi, Hafiz 13 Tahun dari Langkat Raih Rp 700 Juta

Hafiz Al-Quran, Zahran Auzan, meraih juara 2 pada Musabaqah Hafalan Al-Quran (MHQ) Tingkat Internasional, sisihkan peserta dari 50 negara.


Piala Dunia 2022: Profil Timnas Belanda di Grup A, Selamat Datang De Oranje

4 hari lalu

Piala Dunia 2022: Profil Timnas Belanda di Grup A, Selamat Datang De Oranje

Timnas Belanda akan melawan Senegal. Ekuador, dan tuan rumah Qatar di Piala Dunia 2022.


Redaksi Narasi Alami Serangan Digital, Pemred: Peretasan Dilakukan Serentak

4 hari lalu

Redaksi Narasi Alami Serangan Digital, Pemred: Peretasan Dilakukan Serentak

Awak media Narasi mengalami serangan digital berupa peretasan terhadap akun media sosial dan nomor WhatsApp mereka. Pelaku diduga orang yang sama.


Mohammed bin Salman Menerima Kunjungan Menteri Keuangan Turki

4 hari lalu

Mohammed bin Salman Menerima Kunjungan Menteri Keuangan Turki

Setelah sebelumnya bertemu dengan Presiden Erdogan, Mohammed bin Salman menerima kunjungan Menteri Keuangan Turki.


Bagai Bumi dan Langit, Ini Beda Pemakaman Keluarga Kerajaan Inggris dengan Arab Saudi

6 hari lalu

Bagai Bumi dan Langit, Ini Beda Pemakaman Keluarga Kerajaan Inggris dengan Arab Saudi

Peti berlapis timah Ratu Elizabeth II disimpan di semacam brankas Royal Vault. Sedangkan jasad Raja Abdullah dimakamkan di Pemakaman Umum Al Oud.


PT Food Station Tjipinang Jaya Kerja Sama Ekspor Beras ke Arab Saudi

6 hari lalu

PT Food Station Tjipinang Jaya Kerja Sama Ekspor Beras ke Arab Saudi

PT Food Station Tjipinang Jaya sebelumnya telah bekerja sama dengan Al Raqeeb Universal Group untuk mengekspor beras merek Yasamin