Selasa, 20 November 2018

Unjuk Rasa Terbesar di Taiwan Tuntut Referendum Merdeka dari Cina

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unjuk rasa ribuan orang di Taipei, Taiwan menuntut referendum merdeka dari Cina, Sabtu, 20 Oktober 2018. [REUTERS]

    Unjuk rasa ribuan orang di Taipei, Taiwan menuntut referendum merdeka dari Cina, Sabtu, 20 Oktober 2018. [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan orang berunjuk rasa di Taipei, ibukota Taiwan menuntut referendum merdeka dari Cina. Unjuk rasa yang diadakan pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 merupakan unjuk rasa terbesar di Taiwan tahun ini.

    Aliansi Formosa yang dibentuk enam bulan lalu merupakan kelompok yang mengorganisasi unjuk rasa.

    Baca: Taiwan Bakal Gelar Parade Kemerdekaan untuk Lawan Cina

    Para pendemo menggelar aksinya di dekat kantor partai pendukung presiden Tsai Ing-wen, Partai Progresif Demokrasi.

    Mereka membawa poster bertuliskan pesan: "tidak ada lagi bullying, tidak ada lagi aneksasi."

    Presiden Tsai didesak para demonstran untuk menolak Beijing dan membantu menggelar referendum kemerdekaan.

    Cina meningkatkan tekanan militer dan diplomatiknya terhadap Taiwan tahun ini. Cina menggelar latihn tempur di laut dan di udara sekitar pulau yang menjadi wilayah Taiwan.

    Baca: Cina Akan Bangun Terowongan Kereta Bawah Laut ke Taiwan

    Cina telah dibuat jengkel dengan rencana pemerintah Taiwan untuk menggelar referendum pada November mendatang tentang penggunaan nama pada acara olimpiade mendatang, apakah Taiwan atau Cina Taipei.

    Sebelumnya dilaporkan, perayaan Hari Kemerdekaan Taiwan bakal digelar secara besar-besaran dengan aksi parade di jalan pada Sabtu, 20 Oktober 2018.

    “Setiap orang Taiwan harus menentukan masa depan negara ini. Itu harus diputuskan oleh sekitar 24 juta warga Taiwan bukan oleh Cina atau Xi Jinping,” kata Kuo Pei-horng, yang menjadi pimpinan aliansi pro kemerdekaan Taiwan dari Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.