Mobil Van Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi Terlacak ke Hutan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video ambil dari rekaman CCTV yang diperoleh dari kantor berita Turki DHA menunjukkan kendaraan tiba di konsulat Arab Saudi pada 2 Oktober (AFP melalui Middle East Eye)

    Video ambil dari rekaman CCTV yang diperoleh dari kantor berita Turki DHA menunjukkan kendaraan tiba di konsulat Arab Saudi pada 2 Oktober (AFP melalui Middle East Eye)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Turki melacak mobil van hitam yang dicurigai mengangkut 15 orang terduga pembunuh Jamal Khashoggi di dua kawasan hutan di pinggiran Istanbul.

    Dilaporkan dari Middle East Eye, 18 Oktober 2018, menurut sumber di dalam penyelidikan, polisi telah melacak mobil van ke hutan Belgrad dan hutan di Gazi dengan mengikuti pergerakan van hitam mencurigakan milik misi diplomatik Saudi.

    Baca: 7 Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi Pengawal Mohammed bin Salman

    Khashoggi, kolumnis Washington Post dan kritikus pemerintah Mohammed bin Salman, menghilang setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

    Sumber mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Khashoggi disiksa, dibunuh, dan dimutilasi oleh regu pembunuh 15 agen Saudi yang dikirim ke Istanbul untuk membunuhnya.

    Sebuah video yang diambil dari rekaman CCTV yang diperoleh dari kantor berita Turki DHA menunjukkan tim Arab Saudi yang dicurigai terlibat dalam hilangnya jurnalis Arab Jamal Khashoggi di Bandara Ataturk pada 2 Oktober (AFP melalui Middle East Eye)

    Pada awal fokus penyelidikan, kepolisian Turki melacak 14 kendaraan yang datang dan meninggalkan konsulat pada hari hilangnya Khashoggi.

    Melalui rekaman 150 lebih kamera CCTV di seluruh kota, para penyelidik telah berhasil mencatat keberadaan kendaraan tersebut dalam beberapa jam setelah hilangnya Khashoggi.

    Baca: Pria Pengawal MBS di Konsulat Saat Jamal Khashoggi Dibunuh

    Pada satu titik konvoi mobil memasuki tempat parkir yang menghalangi pantauan CCTV. Setelah itu, sebuah van hitam dengan plat diplomatik hijau muncul, ungkap seorang sumber yang berkaitan dengan penyelidikan.

    Ahli forensik dari kepolisian Turki tiba di Konsulat Jenderal Arab Saudi untuk melakukan olah TKP di Istanbul, Turki, 17 Oktober 2018. Rekaman tersebut menunjukkan Jamal Khashoggi ditangkap lalu diinterogasi sejumlah petugas Arab Saudi. REUTERS/Huseyin Aldemir

    Sumber itu mengatakan beberapa menit setelah meninggalkan parkir, sistem GPRS mobil van dirusak dan dibuang di jalan.

    Namun, dari rekaman CCTV, para penyelidik melacak rute mobil van ke utara, melewati hutan Gazi dan hutan Belgrad, dan kembali ke kota.

    Sumber itu mengatakan polisi sedang menyisir daerah tersebut bersama tim investigasi TKP dan menggunakan anjing pelacak.

    Baca: Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi Orang Dekat Mohammed bin Salman

    Pada Rabu malam 17 Oktober 2018, kepolisian Turki menyisir kediaman Konsul Jenderal Saudi Mohammed al-Otaibi, yang berjarak hanya 500 meter dari konsulat Arab Saudi.

    Otaibi sendiri tidak ada di kediaman saat kepolisian Turki tiba. Otaibi dilaporkan terbang ke Riyadh pada penerbangan Rabu sore.

    Ahli forensik dari kepolisian Turki memeriksa atap kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi, Mohammad al-Otaibi, di Istanbul, Turki, 17 Oktober 2018. Jamal Khashoggi dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah Arab Saudi. REUTERS/Osman Orsal

    Ketika mencari rumah konsulat jenderal, yang diizinkan Arab Saudi dua hari setelah gedung konsulat digeledah, para penyelidik menyisir sebuah kebun kecil di dekatnya, tanpa hasil.

    Baca: Intelijen AS Yakin MBS Terlibat Kasus Jamal Khashoggi

    Namun seorang pejabat Turki mengatakan pada Selasa 16 Oktober, polisi telah menemukan bukti tertentu pembunuhan Khashoggi yang diperoleh di konsulat.

    Otoritas Turki mengatakan bahwa area interior konsulat Arab Saudi telah dicat ulang antara waktu hilangnya Jamal Khashoggi dan waktu kedatangan spesialis forensik Turki 13 hari kemudian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.