Mutilasi Jamal Khashoggi Berlangsung 7 Menit

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mutilasi hidup-hidup jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi berlangsung selama tujuh menit  dan kemudian dilaporkan meninggal.

    Middle East Eye melaporkan, 17 Oktober 2018, sumber dari Turki yang merujuk rekaman audio, mengatakan, Khashoggi diseret dari kantor konsul jenderal di gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul dan diletakkan di atas meja kerjanya di ruang sebelah.

    Jeritan mengerikan Khashoggi kemudian terdengar oleh seorang saksi di bawah, kata sumber tersebut.

    Baca: Rekaman 11 Menit Ini Ungkap Jamal Khashoggi Disiksa dan Dibunuh

    Jeritan berhenti ketika Khashoggi disuntik dengan zat yang belum diketahui oleh salah satu tim yang diduga bernama Salah Muhammad al-Tubaigy.

    Salah Muhammad al-Tubaigy saat tiba di Bandara Atatürk, Turki, pada 2 Oktober 2018. [Dailymail.co.uk]

    Al-Tubaigy, yang telah diidentifikasi sebagai kepala forensik di departemen keamanan umum Arab Saudi adalah satu dari 15 anggota tim pembunuh yang didatangkan langsung dari Arab Saudi yang tiba di Ankara sehari sebelum pembunuhan dengan jet pribadi.

    Al-Tubaigy mulai memotong tubuh Khashoggi di atas meja di ruang kantor saat dia masih hidup. Pembunuhan itu memakan waktu hingga tujuh menit, kata sumber itu.

    Baca: Ahli Forensik Arab Saudi Mutilasi Jurnalis Jamal Khashoggi

    Ketika memutilasi tubuh Khashoggi, Tubaigy memakai earphone dan mendengarkan musik. Dia menyarankan anggota lain dari tim tersebut untuk melakukan hal yang sama.

    "Ketika saya melakukan pekerjaan ini, saya mendengarkan musik. Anda juga harus melakukan itu," Tubaigy tercatat mengatakan, sumber itu mengatakan pada Middle East Eye.

    Versi tiga menit dari rekaman audio telah diberikan kepada surat kabar Turki Daily Sabah, tetapi mereka belum merilisnya.

    Sumber Turki mengatakan kepada New York Times bahwa al-Tubaigy dilengkapi dengan gergaji tulang ketika memutilasi tubuh Khashoggi. Al-Tubaigy sendiri terdaftar sebagai presiden Aliansi Patologi Forensik Saudi dan anggota Asosiasi Saudi untuk Patologi Forensik.

    Baca: Tersangka Kasus Jamal Khashoggi Orang Dekat Mohammed bin Salman

    Pada tahun 2014, surat kabar Saudi yang berbasis di London, Asharaq al-Awsat, mewawancarai Tubaigy tentang klinik keliling yang memungkinkan koroner untuk melakukan otopsi dalam tujuh menit untuk menentukan penyebab kematian jamaah Haji.

    Kantor konsulat Arab Saudi di Istambul, Turki. Wartawan, Jamal Khashoggi, dilaporkan hilang setelah terakhir kali terlihat masuk ke kantor konsulat Arab Saudi di Istambul pada Selasa, 2 Oktober 2018. Sumber: Emrah Gurel / AP/nbcnews.com

    Surat kabar itu melaporkan bahwa klinik keliling sebagian dirancang oleh Tubaigy dan dapat digunakan dalam kasus keamanan yang memerlukan intervensi patologis untuk melakukan autopsi atau memeriksa mayat di tempat kejahatan.

    Ini adalah rincian bukti pertama yang muncul dari pembunuhan wartawan Arab Saudi. Khashoggi terakhir terlihat memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk mengambil dokumen perceraian.

    Baca Juga: Jamal Khashoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas Dibom, Diperkosa, dan Dimutilasi

    Para pejabat Arab Saudi telah membantah keras keterlibatan mereka atas hilangnya Jamal Khashoggi dan mengatakan bahwa dia meninggalkan konsulat segera setelah tiba.

    Namun pihak Arab Saudi belum menunjukkan bukti untuk menguatkan klaim mereka dan mengatakan bahwa kamera pengawas tidak merekam Jamal Khashoggi saat keluar dari gedung konsulat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.