Donald Trump: Politik AS Lebih Kejam Daripada Dunia Bisnis

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbica dalam Make America Great Again rally di Civic Center di Charleston, West Virginia, Amerika Serikat, 21 Agustus 2018. REUTERS/Leah Millis

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbica dalam Make America Great Again rally di Civic Center di Charleston, West Virginia, Amerika Serikat, 21 Agustus 2018. REUTERS/Leah Millis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dia menyadari bahwa panggung politik Amerika Serikat lebih kejam daripada dunia bisnis.

    Namun Presiden Donald Trump mengatakan dalam wawancara mengatakan bahwa dirinya nyaman di Gedung Putih setelah hampir dua tahun menjabat sebagai presiden, meskipun dihimpit perseteruan politik atas imigrasi, tarif impor, intervensi Rusia dalam pilpres dan pencalonan Hakim Agung Brett Kavanaugh.

    Baca: Taylor Swift ke Demokrat, Trump: Saya Jadi Kurang Suka Musiknya

    "Washington DC adalah tempat yang ganas dan kejam: serangan-serangan, orang-orang yang bermulut buruk, yang berbicara di belakang Anda. Tapi Anda tahu, dan dengan cara saya, saya merasa sangat nyaman di sini," kata Donald Trump kepada program berita televisi CBS "60 Minutes", seperti dilaporkan dari Reuters, 15 Oktober 2018.

    Presiden Donald Trump memberikan pernyataannya di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 13 April 2018. Donald Trump memberi pernyataan akan melakukan serangan ke Suriah terkait penggunaan senjata kimia di Suriah. (AP Photo/Susan Walsh)

    "Agak sedikit aneh untuk mengatakan saya adalah presiden Amerika Serikat, tapi saya pikir itu adalah fakta untuk semua orang," kata Trump

    "Bahkan teman-teman saya, mereka tidak memanggil saya Donald, mereka memanggil saya Bapak Presiden. Dan saya berkata: "Bisakah kau memanggilku lebih santai? Saya sudah beradaptasi dengan jabatan ini. Saya sudah," kata Trump.

    Baca: Donald Trump: Raja Salman Tidak Akan Berkuasa Lama Tanpa AS

    Dalam wawancara, Trump terlihat bersemangat membicarakan berbagai masalah, dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia memiliki niat untuk meninggalkan karakternya yang bebas sebagai presiden.

    Trump tidak akan mengatakan apakah ia bermaksud untuk kembali ke kebijakan yang kontroversial memisahkan anak-anak imigran dari keluarga mereka di perbatasan, tetapi tidak membenarkan bahwa kebijakannya terlalu keras.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggambar bersama dengan pasien penderita epidemi opioid di Rumah Sakit Anak Nasional di Columbus, Ohio, Amerika, Jumat, 24 Agustus 2018. REUTERS

    "Ketika Anda mengizinkan orang tua untuk tetap bersama, OK, ketika Anda mengizinkan itu, maka apa yang terjadi adalah orang-orang akan bergerombol masuk ke negara kita," kata Trump.

    "Harus ada konsekuensinya ... karena datang ke negara kita secara ilegal," lanjut Trump.

    Baca: Donald Trump Sebut Pidato Obama Bikin Tidur

    Donald Trump juga membicarakan soal pencalonan Hakim Agung yang ia tunjuk, Brett Kavanaugh, yang diterpa kasus dugaan pelecehan seksual.

    Donald Trump mengejek penuduh Kavanaugh, Christine Blasey Ford, agar Brett Kavanaugh disetujui Kongres.

    “Seandainya saya tidak membuat pidato itu, kami tidak akan menang. Saya hanya mengatakan dia sepertinya tidak tahu apa-apa," kata Donald Trump.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.