Minggu, 16 Desember 2018

Perayaan Navaratri, Kelompok Hindu India Tutup Paksa Toko Daging

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang duduk di luar toko daging yang tutup di Gurugram, India, 12 Oktober 2018. [REUTERS / Adnan Abidi]

    Orang-orang duduk di luar toko daging yang tutup di Gurugram, India, 12 Oktober 2018. [REUTERS / Adnan Abidi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok Hindu garis keras di India memaksa penjual daging untuk menutup toko di pinggiran New Delhi untuk menghormati mayoritas umat Hindu merayakan festival Navaratri selama sembilan hari.

    Imbauan kepada pemilik toko daging yang sebagian besar Muslim di Gurgaon selama festival Navaratri adalah kampanye yang semakin meluas sejak umat Hindu menyasar orang-orang yang terlibat dalam pemotongan sapi, karena hewan ini dianggap suci bagi umat Hindu.

    Baca: Keluarga Muslim India Pindah Agama Demi Peroleh Keadilan

    Gurgaon, sekitar 30 kilometer di selatan Delhi, adalah rumah bagi pabrik-pabrik industri termasuk pembuat mobil teratas Maruti Suzuki India Ltd dan banyak perusahaan outsourcing global lainnya.

    Beberapa provinsi yang diperintah oleh pemerintah nasionalis Hindu dari partai Perdana Menteri Narendra Modi, menuduh pemerintah pusat tidak melakukan cukup tindakan untuk meredam kegiatan kelompok Hindu garis keras.

    Seorang penjaga toko daging menanggapi pemaksaan penutupan toko dagingnya dengan merujuk pada divisi 1947 dari India Inggris ke India dan Pakistan yang merdeka.

    "Ini adalah pertama kalinya sejak partisi bahwa kami telah diminta untuk menutup toko-toko selama periode ini," kata Sajid Qureshi, seperti dilaporkan Reuters, 13 Oktober 2018, yang keluarganya telah menjual daging selama beberapa puluh tahun.

    Orang-orang berjalan melintas di depan toko daging tertutup di Gurugram, India, 12 Oktober 2018. [REUTERS / Adnan Abidi]

    Sekelompok pria berkeliling dengan sepeda motor untuk memeriksa toko-toko yang menjual daging, kata Rajeev Mittal, kepala Sanyukt Hindu Sangarsh Samiti, sebuah organisasi cabang dari 22 kelompok Hindu.

    "Kambing, sapi dipotong dan digantung untuk dilihat semua orang di jalan. Jadi kami tidak ingin orang-orang yang berpuasa selama Navratri melihat ini," kata Mittal.

    Baca: Kabur Bersama Pacar, Gadis Muslim di India Diikat dan Dicambuk

    Polisi menahan enam orang di wilayah itu pada Rabu 10 Oktober setelah bentrokan pecah ketika kelompok-kelompok Hindu diduga memaksa pemilik kedai daging untuk menutup kiosnya.

    "Setiap orang yang memaksa menutup toko daging akan ditindak dengan tegas. Sementara pejabat kota akan melakukan penegakannya di toko-toko yang ditemukan beroperasi tanpa izin," kata Vinay Pratap Singh, Wakil Komisaris Gurgaon.

    Dilansir dari Times of India, pada Rabu pagi 10 Oktober, sekelompok pemuda di Gurugram yang tergabung dalam kelompok Rashtriya Samyukt Hindu Sangarsh Samiti (RSHSS), sebuah kelompok Hindu garis keras, berkumpul di kuil Sheetla Mata untuk menyisir dan menutup kios terdekat.

    Toko daging yang tutup di Gurugram, India, 12 Oktober 2018. [REUTERS / Adnan Abidi]

    Kemudian mereka menuju ke Rajiv Nagar, di mana mereka memaksa menutup kiso di sana. Sedikitnya 500 kios daging di Gurugram dipaksa ditutup oleh kelompok Hindu garis keras di Gurugram.

    Qureshi, yang duduk bersama teman-temannya di luar toko daging dekat masjid, mengatakan mereka telah menyetujui tuntutan kelompok Hindu karena mereka ingin menghindari konfrontasi.

    Baca: Petugas Bandara di India Diminta Tak Banyak Senyum, Kenapa?

    Empat pengecer daging lainnya mengatakan kepada Reuters bahwa mereka menderita kerugian besar tetapi takut untuk membuka toko mereka.

    Ada 95 toko daging berizin di wilayah tersebut, sementara mungkin ada sampai 60 tanpa izin, menurut Ashish Singla, petugas medis di perusahaan kota Gurgaon.

    Kelompok Hindu garis keras India berpendapat bahwa mereka meminta pemilik toko daging berizin untuk menutup hanya selama periode sembilan hari, tetapi ingin toko tanpa izin untuk ditutup secara permanen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".