Minggu, 16 Desember 2018

Soal Tahanan Uighur, Malaysia Abaikan Permintaan Cina

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah muslim Uighurs berasal dari wilayah barat jauh dari Cina wilayah Xinjiang, saat mereka berada di penampungan sementara setelah mereka ditahan di kantor pusat regional imigrasi Thailand di dekat perbatasan Malaysia-di Hat Yai, Songkla (14/3). REUTERS/Athit Perawongmetha

    Sejumlah muslim Uighurs berasal dari wilayah barat jauh dari Cina wilayah Xinjiang, saat mereka berada di penampungan sementara setelah mereka ditahan di kantor pusat regional imigrasi Thailand di dekat perbatasan Malaysia-di Hat Yai, Songkla (14/3). REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia membebaskan 11 tahanan Uighur yang ditahan tahun lalu setelah kabur dari penjara Thailand dan masuk ke perbatasan.

    "Meskipun mendapatkan permintaan dari Beijing agar mengembalikan mereka ke Cina, Malaysia mengabaikannya," tulis Al Jazeera, Jumat 12 Oktober 2018.

    Baca: Ditekan Pemerintah Cina, 3 Fakta Tentang Etnis Minoritas Uighur

    Pernikahan tradisional Uighur [Uyghur American Association/uyghuramerican.org]

    Kejaksaan menghapus dari tuntutan pelanggaran keimigrasian dengan alasan faktor kemanusiaan. Selanjutnya, menurut pengacara mereka Fahmi Moin, mereka dipersilahkan meninggalkan Kuala Lumpur menuju Turki, Selasa 9 Oktober 2018.

    "Tudingan pelanggaran keimigrasian dibatalkan oleh kejaksaan setelah kami mengajukan keberatan," kata Fahmi kepada kantor berita Reuters.

    Keputusan tersebut kemungkinan dapat menimbulkan hubungan panas dengan Cina, negeri yang melakukan tindakan keras terhadap minoritas Uighur di kawasan sebelah barat Xinjiang.Etnis Uighur [OMF International]

    Sejak kembali memimpin Malaysia menyusul kemenangan pada pemilihan umum Mei 2018, Perdana Menteri Mahathir Mohamad telah membatalkan sejumlah proyek senilai lebih dari US$ 20 miliar atau setara dengan Rp 304 triliun (kurs Rp 15.201 per dolar Amerika Serikat) dengan beberapa perusahaan Cina.

    Baca: Analis Barat: Sikap Cina Terhadap Warga Uighur Semakin Radikall

    Departeman Keimigrasian Malaysia, Kementerian Dalam Negeri dan kantor Kejaksaan Agung tidak segera memberikan jawaban atas pertanyaan tentang pembebasan kaum Uighur. Demikian juga Kementerian Luar Negeri Cina.

    Beberapa pria Uighur itu tiba di Malaysia setelah kabur dari penjara di Thailand dengan cara melobangi tembok. Pada Februari 2018, Reuters melaporkan, Malaysia di bawah tekanan besar dari Cina agar mendeportasi mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".