Minggu, 16 Desember 2018

HRW: 12 Ribu Pasien Gangguan Jiwa di Indonesia Masih Dipasung

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Judi (45), penderita gangguan mental yang telah dipasung selama 16 tahun oleh orang tuanya di Jambon, Ponorogo, 26 Maret 2016. Umumnya para penderita cacat psikososial dipasung, atau dikurung dalam ruang tertutup, yang telah dilarang pemerintah pada 1977, namun masih dilakukan warga. Ulet Ifansasti/Getty Images

    Judi (45), penderita gangguan mental yang telah dipasung selama 16 tahun oleh orang tuanya di Jambon, Ponorogo, 26 Maret 2016. Umumnya para penderita cacat psikososial dipasung, atau dikurung dalam ruang tertutup, yang telah dilarang pemerintah pada 1977, namun masih dilakukan warga. Ulet Ifansasti/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Sodikin, 34 tahun, pasien gangguan jiwa, telah menghabiskan bertahun-tahun terpasung di sebuah gubuk halaman belakang rumahnya di Jawa Barat. Gubuk itu memiliki sebuah jendela sangat kecil untuk membiarkan sinar matahari masuk. Dia setengah telanjang dan tak mampu berdiri.

    Keluarga Sodikin bingung bagaimana menangani Sodikin ketika kesehatan mentalnya berkembang pada arah yang membuat orang waswas. Dia sangat pemarah.

    Baca: Kalah - Menang di Pilkada 2018, Waspada Emosi Jiwa Pasangan Calon

    Keluarga telah mencoba segalanya, namun mereka tak punya pilihan lain selain memasungnya. Mereka memberi makan Sodikin lewat sebuah lubang kecil dan memandikannya dua bulan sekali. Keluarga melihat Sodikin sebagai sebuah beban.

    Itu kisah Sodikin delapan tahun silam. Hidup Sodikin sekarang berubah. Setelah enam bulan di rawat oleh sebuah lembaga nirlaba, dia sudah membaur dengan masyarakat, sudah bisa bekerja, bahkan memimpin sholat.

    Baca: Penderita Gangguan Jiwa di Kecamatan Cilandak Meningkat

    Sodikin boleh dibilang beruntung. Sebab laporan lembaga HAM, Human Rights Watch atau HRW pada Oktober 2018, menyebut sekitar 12.800 penyandang gangguan mental di seluruh Indonesia masih hidup terpasung.

    TEMPO/Tony Hartawan

    Dikutip dari euronews.com pada Jumat, 12 Oktober 2018, dibanding 2016 jumlah orang dengan gangguan mental yang hidup terpasung pada 2018 mengalami penurunan. Data HRW menyebut, sekitar 57 ribu masyarakat Indonesia mengaku pernah dipasung sekali dalam hidup mereka.

    "Indonesia telah mengambil langkah untuk mengakhiri pemasungan, namun penerapan janji ini, termasuk mendorong masyarakat menghentikan pemasungan masih membutuhkan waktu lama," kata Kriti Sharma, Peneliti senior dari HRW.

    Menurut Sharma, hal penting yang harus dilakukan pemerintah Indonesia adalah melakukan upaya penghentian pemasungan secara rutin, melakukan sidak ke dinas sosial dan pusat perawatan gangguan jiwa demi menghentikan pemasungan atau penyiksaan terhadap pasien.

    Dia mengatakan komitmen untuk mengakhiri pemasungan di wilayah Jakarta sudah baik, namun kondisi ini belum terjadi di wilayah pinggir. Jumlah populasi Indonesia yakni 260 juta jiwa, telah membuat Indonesia menjadi negara populasi terbesar keempat di dunia. Perbedaan budaya dan tingkat pendidikan telah membuat telah membuat rencana mengakhiri pemasungan pada penderita gangguan jiwa tak mudah diterapkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".