Senin, 10 Desember 2018

Jack Ma: AS Akan Menderita Banyak Jika Perang Dingin dengan Cina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bos Alibaba Group, Jack Ma, hadir sebagai bentuk dukungan terhadap Asian Games 2022, yang akan digelar di lokasi markas Alibaba Group di Hangzhou, Cina. REUTERS

    Bos Alibaba Group, Jack Ma, hadir sebagai bentuk dukungan terhadap Asian Games 2022, yang akan digelar di lokasi markas Alibaba Group di Hangzhou, Cina. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Alibaba, Jack Ma, memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menderita lebih banyak jika terus berupaya untuk meluncurkan Perang Dingin terhadap Cina dalam sektor ekonomi.

    Dilansir dari Russia Today, 11 Oktober 2018, Saat konverensi pers di Kuala Lumpur, Jack Ma mengatakan dia yakin AS akan terpuruk dalam perselisihan antara kedua negara. Meskipun ada peringatan, Jack Ma mengatakan dia tetap positif dan mengatakan, "karena sebagai wirausahawan, jika Anda tidak optimis (Anda tidak harus) menjadi pengusaha".

    Baca: Kekayaan Rp 594 Triliun Jadikan Jack Ma Terkaya di Cina

    Pendiri Alibaba tersebut mengatakan kepada konferensi bahwa dia tidak memahami logika di balik tarif AS yang dikenakan pada Cina oleh pemerintahan Donald Trump, dan mengatakan bahwa AS telah mendapat manfaat dari hubungan perdagangannya dengan Cina, mengacu pada fakta bahwa pekerjaan outsourcing ke Cina telah menyebabkan Produk Domestik Bruto AS tumbuh.

    Jack Ma dan Daniel Zhang (kanan), Chairman of the Board Alibaba Group yang baru. qz.com

    Joe Tsai, wakil ketua eksekutif Alibaba, mengiyakan komentar Jack Ma, tetapi mengatakan lebih jauh bahwa perang dagang yang diprakarsai oleh pemerintahan Trump telah meningkat menjadi "Perang Dingin atau perang geopolitik yang dimulai oleh Amerika Serikat."

    "Saya pikir apa yang dilakukan Amerika Serikat adalah reaksi terhadap ketakutan tak berdasar bahwa kebangkitan Cina, entah bagaimana, akan mengancam keamanan nasional dan kesejahteraan rakyat Amerika," kata Tsai.

    Jack Ma (kiri) melemparkan bola dalam Upacara Penutupan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Ahad, 2 September 2018. Asian Games 2022 akan menjadi kali ketiga bagi Cina menjadi tuan rumah. INASGOC/Irwin Fedriansyah

    "Ini benar-benar keliru bagi Amerika Serikat untuk melancarkan perang semacam itu dengan menargetkan Cina, berpikir bahwa mereka dapat memperlakukan Cina seperti cara mereka memperlakukan Rusia dengan mengisolasi ekonomi dan menimbulkan rasa sakit."

    Baca: Jack Ma Batal Janjikan 1 Juta Lapangan Kerja di AS, Kenapa?

    "Kami sangat bersatu sehingga rasa sakit akan dirasakan di seluruh dunia. Semua orang akan merasakan sakitnya," Tsai menambahkan.

    Ini bukan pertama kalinya Jack Ma berbicara menentang kebijakan Trump atas Cina. Pada September, Jack Ma mengatakan bahwa dia tidak akan meneruskan rencana untuk menciptakan satu juta pekerjaan di Amerika Serikat karena hubungan dengan Cina saat ini tidak memungkinkan mewujudkan janjinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.